PERJUANGKAN NELAYAN Lampara Dasar, DPRD Kalsel Mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 19:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Perjuangan nelayan tradisional Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai puncaknya di Jakarta.

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Jumat (10/10/2025).

Hal ini bukan sekadar audensi, melainkan untuk mempertanyakan keadilan bagi ratusan nelayan yang kini terancam jadi ‘kriminal’ hanya karena alat tangkapnya, Lampara Dasar, tiba-tiba dinyatakan melanggar aturan.

Polemik alat tangkap ini telah menciptakan keresahan massal di Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.

Menyusul adanya aturan pelarangan pasca Permen KP Nomor 18 Tahun 2021 dituding menjerat leher nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari laut.Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menyatakan di hadapan perwakilan KKP.

“Kami datang bukan untuk menentang aturan, tetapi untuk mencari solusi yang berkeadilan. Nelayan kami ini bukan kriminal. Mereka hanya ingin tetap bisa bekerja dan menghidupi keluarga,” tegas Yani Helmi.

Pernyataan ini langsung pada kebijakan yang dinilai hanya melarang tanpa memberi solusi nyata.

Menurut Yani, pendekatan pembinaan harus diutamakan, bukan semata penindakan yang bisa langsung memiskinkan keluarga nelayan.

DPRD Kalsel mendesak pemerintah pusat untuk segera membuka ruang dialog intensif dan menyediakan kebijakan transisi yang memadai.

Baca Juga :   DISITA Rokok Ilegal dan MMEA di Kalsel, Selamatkan Kerugian Negara 15 MIliar Lebih

Mereka menuntut KKP memberikan alternatif alat tangkap yang ramah lingkungan atau memfasilitasi modifikasi Lampara Dasar, bukan hanya ultimatum larangan.

“Kalau memang Lampara Dasar dilarang, maka harus ada alternatifnya. Jangan hanya melarang tanpa memberi solusi. Inilah yang kami perjuangkan hari ini di KKP,” pungkasnya.

Dengan dukungan penuh dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Dinas Kelautan setempat, Komisi II DPRD Kalsel berjanji akan mengawal ketat rekomendasi teknis dari KKP hingga terbitnya regulasi baru yang benar-benar berpihak pada kelangsungan ekonomi masyarakat nelayan di Banua.

Nasib keberlanjutan mata pencaharian nelayan Kalsel kini bergantung pada seberapa cepat dan bijak KKP merespons dilema hidup mati ini. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

OPERASI SAR, Tiga Tim Khusus Dikerahkan Pencarian di Bawah Permukaan Air
KCP BANK KALSEL Hadir di Halong, Layanan Perbankan Makin Mudah
KONTES Kambing jadi Ajang Kenalkan Potensi Peternakan Desa Sumber Rejeki
TP-PKK Balangan Raih Lima Juara di Jambore PKK Kalsel 2026
DPRD KALSEL, Paripurna Tanggapan Eksekutif soal RAPBD 2027
EVALUASI TOTAL Keselamatan Pelayaran, Begini Penegasan Ketua DPRD Kalsel
PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring
25 MEREK Beras Fortifikasi tidak Sesuai Standar Dihentikan Produksi dan Ditarik

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 00:31

OPERASI SAR, Tiga Tim Khusus Dikerahkan Pencarian di Bawah Permukaan Air

Rabu, 16 September 2026 - 21:58

KCP BANK KALSEL Hadir di Halong, Layanan Perbankan Makin Mudah

Rabu, 16 September 2026 - 21:53

KONTES Kambing jadi Ajang Kenalkan Potensi Peternakan Desa Sumber Rejeki

Rabu, 16 September 2026 - 21:47

TP-PKK Balangan Raih Lima Juara di Jambore PKK Kalsel 2026

Rabu, 16 September 2026 - 21:36

DPRD KALSEL, Paripurna Tanggapan Eksekutif soal RAPBD 2027

Rabu, 16 September 2026 - 21:11

PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

SATGAS Udara Karhutla Siagakan Tiga Helikopter

Rabu, 16 September 2026 - 18:05

TERIDENTIFIKASI Enam Korban Meninggal Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Pencarian Terus Dilakukan

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca