PERBAIKAN PAGAR Dermaga Masjid Sultan Suriansyah, Tak Ada Anggaran

- Penulis

Minggu, 12 Desember 2021 - 23:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia — Kondisi ompongnya pagar dermaga Masjid Sultan Suriansyah yang dikeluhkan warga akhirnya sampai ke telinga Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Pucuk pimpinan di Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini mengaku akan mengecek apakah ada anggaran untuk perbaikan, atau pemeliharaannya.

Sayangnya, saat ditanya apakah nanti bakal dilakukan perbaikan untuk mengatasi ompongnya pagar dermaga, Ibnu mengaku belum ada.

“Belum ada dianggarkan sih. Nanti akan dicek apakah ada anggaran perbaikan atau pemeliharaannya,” ungkapnya saat ditemui awak media di sela kunjungannya di simulasi pembukaan wisata Pasar Terapung Siring Tendean, Minggu (12/12/2021) pagi.

Baca Juga :

Pagar Dermaga Masjid Sultan Suriansyah

Ia mengakui, bahwa status pengelolaan fasilitas publik yang tepat berseberangan dengan salah satu situs bersejarah berupa bangunan masjid di Kota Banjarmasin itu memang sudah diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

“Memang, pembangunannya dibangun oleh Balai Wilayah Sungai. Kemudian, aset itu diserahkan ke Pemko Banjarmasin,” ungkapnya.

Karena itu, Ibnu pun meminta agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga atau merawat fasilitas yang dibangun.

“Fasilitas itu dibangun baik-baik dan bagus bukan untuk diambil atau dirusak. Apa lagi itu kawasan wisata religi. Seharusnya bisa lebih kita jaga dan rawat,” tekannya.

“Kalau kemudian banyak yang rusak, berarti pengawasannya yang harus kita perketat lagi,” tekannya.

Seperti diketahui, puluhan anak pagar di dermaga Masjid Sultan Suriansyah tampak banyak terlepas atau hilang. Sebagian pagar hanya menyisakan bagian penyangga atas dan bawahnya saja. Jadi tampak ompong.

Kondisi itu diketahui sudah berlangsung sejak setahun yang lalu. Namun, kerusakan paling parah terjadi dalam hampir empat bulan terakhir.

Padahal usia pagar yang selesainya berbarengan dengan bangunan fisik dermaga tersebut masih bisa dibilang seumur jagung.

Baca Juga :   KORUPSI PAJAK, Mantan Kades Batalas Dihukum Penjara 4 Tahun dan 6 Bulan

 

PERBAIKAN PAGAR Dermaga Masjid Sultan Suriansyah, Tak Ada Anggaran (2)

 

“Kira-kira belum dua tahun. Seingat saya dermaga ini selesainya dua bulan setelah acara Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah di tahun 2020 lalu,” ungkap Petugas keamanan di kawasan Masjid Sultan Suriansyah, Bambang Suherman.

Ia pun menjelaskan, banyaknya anak pagar yang hilang itu, terjadi lantaran kayu penjepit di bagian atas dan bawah sudah lapuk, dan banyak terlepas.

Itulah yang membuat banyak anak pagar mudah terlepas dari rangka utamanya.

“Hanya ada sekitar dua puluh anak pagar yang bisa kami selamatkan, sisanya entah hilang ke mana. Penjepit anak pagar itu dibikin dari kayu biasa, makanya cepat lapuk,” jelas Bambang.

Lelaki 48 tahun itu mengatakan, kondisi pagar yang ompong sekarang ini sangat membahayakan pengunjung dan terutama warga sekitar.

Pasalnya, kawasan dermaga yang tepat berada di tepi Sungai Kuin itu selalu ramai dikunjungi warga. Apalagi ketika memasuki akhir pekan.

“Takutnya ada anak-anak yang lepas dari pengawasan orangtuanya, tiba-tiba jatuh ke sungai gara-gara pagarnya banyak yang hilang,” tekannya.

“Untungnya sampai sekarang kerusakan pagar ini belum memakan korban. Karena kami terus mengingatkan pengunjung untuk berhati-hati dan jangan lengah jika berada di sekitar sana,” tambahnya.

Selain itu, menurut Bambang, ompongnya pagar masjid tersebut juga merusak pemandangan. Apalagi tempat tersebut setiap harinya selalu dikunjungi warga dari luar daerah, yang hendak berziarah ke Makam Sultan Suriansyah. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar
GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia
DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas
CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:34

KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Kamis, 23 April 2026 - 21:47

PERISTIWA TEWASNYA NENEK Diungkap Polisi Kronologi Kecelakaan

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca