PENYAKIT Divonis Krista Ovarium, Fatimah Berjuang Hidup dengan Perut Membesar

- Penulis

Rabu, 18 September 2019 - 21:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Fatimah (29) warga Jalan Kelayan Besar Satu Kelurahan Tanjung Pagar Kecamatan Banjarmasin Selatan, berjuang hidup atas penyakit parah yang diderita. Karena Fatimah didiagnosa penyakit Kista Ovarium yang berdampak pada perubahan organ tubuh yang mengakibatkan perut membesar.

Nestapa yang ia alami dengan kondisi perut yang makin membesar, menyebabkan Fatimah sulit bernafas. Hal ini juga menghambat Fatimah sulit beraktivitas.

Penyakit Kista Ovarium yang sudah menggerogoti tubuhnya, ia alami sejak dua tahun terakhir. Sehingga membuat kondisi fisik ibu dua anak tersebut semakin kurus, dengan perut membesar. Ironisnya saat dilanda hal sulit kehidupan, ia ditinggal pergi sang suami.

Fatimah mengaku kondisi semakin memburuk dirasakan sejak beberapa bulan terakhir pasca menjalani pengobatan kemoterapi sebanyak dua kali.

Ia pun merasa pasrah menjalani kesulitan yang dijalani. Bahkan sempat terucap dari mulutnya jika ia ingin mengakhiri proses kemoterapi.

Penyakit kista ovarium tersebut tak kunjung mengecil, namun malah semakin hari semakin membesar.

Padahal wanita usia 29 tahun ini, sebenarnya sudah mendapatkan jadwal operasi pada empat bulan ke depan.

Hanya saja ia mengaku tak sanggup menahan sakit akibat semakin besarnya penyakit tersebut. Parahnya Fatimah sendiri saat ini sudah tak bisa lagi rebahan dan hanya tidur dalam posisi duduk.

“Saya ingin berhenti kemoterapi, tak sembuh juga. Rasa sakit, perut semakin membesar. Baru menjalani kemoterapi dua kali, jadwalnya 6 kali. Ini baru dua kali, sempat sulit bernafas,” ucapnya, Rabu (18/09/2019).

Sementara itu, pengobatan medis Fatimah ditanggung Jamkesda. Sebelumnya ia sempat menjalani operasi saat perut membesar seperti kondisi hamil 3 bulan.

Baca Juga :   BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Kondisi Fatimah yang menjadi buah bibir terdengar petugas Kesehatan Kota Banjarmasin. Bahkan Jajaran Kepala Dinas Kesehatan Dr Mahli bersama timnya melakukan kunjungan dan tim dokter menyarankan agar Fatimah terus mengikuti proses pengobatan yang telah dilakukan, yakni menyelesaikan 6 kali proses kemoterapi, guna melemahkan sel kista yang telah menggerogoti tubuhnya, agar pada saat dilakukan operasi nanti tubuh Fatimah dalam keadaan siap dan tidak membahayakan dirinya.

“Sudah dilakukan pemeriksaan dan kemo, untuk prosedurnya persiapan operasi kita kemo dulu. Pertama adalah curiganya ganas, dengan kemoterapi kita membuat sel itu tidak menyebar,” terang salah satu tim medis, Deddy Madakusuma.

Sementara itu Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan mengatakan akan menanggung segala pembiayaan yang menyangkut dengan proses pengobatan hingga jalannya operasi.

“Jadi kita melihat langsung, seperti yang dijelaskan pasien tidak bisa langsung operasi. Untuk pembiayaan Pemda meanggarkan Jamkesda,” ujar Machli Riyadi Kadis Kesehatan Kota Banjarmasin.

Dinkes serta tim medis pun turut berpesan agar proses kemoterapi Fatimah yang tersisa 4 kali lagi harus dilakukan tepat waktu.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

64 PESAWAT dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
SATU Lagi korban meninggal KM Virgo Transport 8 Ditemukan
DUKA CITA Penyerahan Jenazah Korban KM Virgo pada Pihak Keluarga, Jasa Raharja Pastikan Pemenuhan Hak Santunan
KEBAKARAN di Cempaka XI Banjarmasin Tengah Diduga Usur Kesengajaan, Seorang Diamankan Polisi
TERIDENTIFIKASI Tiga Jenazah Korban KM Virgo, Adalah Pasutri dan Sang Paman
RADIKALISME di Medsos Incar Anak Muda, FKPT Kalsel Perkuat Pencegahan Dini
KM SAR KAMAJAYA Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Membawa Tiga Jenazah KM Virgo
SEJUMLAH Keluarga Korban KM Virgo Mendengarkan Ceramah dari H Mulkani Al-Banjari

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:18

KPK: Pengadaan dan Mutasi Jabatan di Daerah Rawan Korupsi

Jumat, 18 September 2026 - 20:43

258 KABUPATEN/KOTA Sudah Terapkan Perlinsos Digital

Jumat, 18 September 2026 - 20:31

KAPAL Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta

Jumat, 18 September 2026 - 14:49

DITETAPKAN Lima Tersangka Karhutla dan 10 Korporasi dalam Penyidikan Polda Kalsel

Kamis, 17 September 2026 - 21:10

KASUS KORUPSI ATR/BPN: KPK Geledah Ruangan 3 Dirjen dan Sita Dokumen

Kamis, 17 September 2026 - 20:56

KESEHATAN Mental Nakes Salah Satu Penentu Keselamatan Pasien

Kamis, 17 September 2026 - 20:19

KAPOLRI Diperintahkan “All Out” Cek Unsur Pidana Pelaku Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 18:52

PEMILIK KM Virgo Transport 8 “Angkat Bicara” Terkait Musibah di Laut Jawa

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi garis polisi. (Foto: Getty Images/Ole Schwander)

Hukum

BOCAH Tewas Tertembak Senapan Angin

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:50

Foto Ilustrasi, Pesawat di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, (Foto: Prokalteng)

Kalteng

14 JADWAL Penerbangan Terdampak Kabut Asap

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:39

Grand Prix Austria 2026 menandai kemenangan perdana bagi Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing). Membayar lunas blunder yang dilakukannya saat balapan Sprint, sang pembalap bernomor #37 berperforma mengesankan untuk mengklaim podium tertinggi MotoGP. Ia mengalahkan duet Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. (Foto: MotoGP.com)

Internasional

RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:24

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca