Suarindonesia- Pengawasan Medsos, Siber dan Analisa Media, Divisi Humas Polri sosialisasikan ke Jajaran Polda Kalsel, Rabu (21/8).
Kegiatan berlangsung di Aula Bhayangkari Mathilda Batlayeri Mapolda Kalsel, dibuka Kapolda Kalsel Irjen Polisi. Yazid Fanani.
Itu diikuti masing-masing personel perwakilan dari setiap Polres yang ada di jajaran Polda Kalsel.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifai, SIK turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Sedangkan dari Divisi Humas Polri hadir Karo Multimedia Div Humas Polri Brigjen Pol Drs Budi Setiawan, M.M., beserta tim.
Kapolda mengatakan memasuki era teknologi dan digitalisasi yang mana akan sangat berpengaruh pula pada tugas Kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Terlebih pengemban fungsi Humas Kepolisian sebagai media Informasi masyarakat terhadap kinerja Polri,” ujarnya.

Selain itu kapolda juga menyampaikan fungsi Humas menjadi Garda Terdepan Kepolisian dalam rangka pembentukan Opini Publik serta menetralisir sentimen negatif terhadap kinerja Kepolisian.
“Sosialisasi ini merupakan kegiatan yang bermanfaat, ikutilah dengan seksama serta pelajari dengan kesungguhan sehingga bermanfaat saat melaksanakan tugas Kepolisian di lapangan.
Dan dapat meningkatkan kemampuan masing-masing personel khususnya dalam pemantauan dunia siber,” jelasnya.
Sementara itu Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H., dalam amanatnya disampaikan Karo Multimedia Div Humas Polri Brigjen Polisi Budi Setiawan, mengatakan, dalam perkembangan jaman di era revolusi industri, Kapolri dalam Commander Wish nya menambahkan poin manajemen media, dan secara khusus telah menambah struktur organisasi baru dalam Divisi Humas Polri yaitu dengan membentuk Biro Multimedia.
Tugas Biro Multimedia secara khusus adalah mengelola media sosial untuk membentuk persepsi publik yang positif dengan menekan berita negatif dengan mengangkat keberhasilan Polri, merespon cepat dan segera menetralisir sentimen negatif serta mengelola trending topic.
Sistem kerja yang demikian telah terbukti mampu mendukung Polri dalam menghadapai beberapa isu besar dalam 2 tahun terakhir ini, diantaranya adalah pada waktu kasus penyanderaan oleh napi teroris di Mako Brimob.
Migtigasi isu negatif pada kejadian Bom Surabaya, kejadian Gempa di Palu, kecelakaan Pesawat Lion Air JT610, Pilkada Serentak 2018, hingga yang terakhir isu Pilpres dan Pileg 2019.
Sehingga Divisi Humas layak menyandang status sebagai fungsi utama Polri karena memegang peran penting dalam membentuk opini yang positif tentang tugas-tugas kepolisian secara preemtif, preventif dan represif untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tujuan dari kegiatan ini, terang Brigjen Polisi Budi Setiawan meningkatkan kemampuan anggota Humas dalam melakukan pengawasan media sosial dengan melaksanakan pemantauan Siber, analisa terhadap akun penyebar isu negatif yang mendiskreditkan Pemerintahan dan Polri.
Serta menganalisa isu yang sedang berkembang dan membuat prediksi atau rekomendasi yang akan dilaporkan dan menjadi bahan pertimbangan pimpinan untuk mengambil tindak lanjut.
Ia imbau jajaran Polda Kalsel untuk terus meningkatkan kemampuan menghimpun dan mengolah serta mendistribusikan informasi secara merata, menyeluruh, cepat, tepat dan akurat.
“Gunakan waktu yang singkat ini sebaik-baiknya, dan cermati serta pahami apa yang disampaikan oleh Tim Sosialisasi untuk menambah wawasan dalam meningkatkan kemampuan sebagai Tim Multimedia,” ujarnya lagi. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















