PENEMBAKAN MASSAL Massal Jadi Tradisi, AS Makin Ngeri

- Penulis

Jumat, 7 Juli 2023 - 00:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas penyelamat membawa korban setelah tembakan meletus di rute Parade Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di Highland Park, pinggiran Chicago, Illinois, Amerika Serikat, Senin (4/7/2022). Sebanyak 6 orang dilaporkan tewas akibat penembakan tersebut. (Photo: Getty Images/Jim Vondruska)

Petugas penyelamat membawa korban setelah tembakan meletus di rute Parade Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di Highland Park, pinggiran Chicago, Illinois, Amerika Serikat, Senin (4/7/2022). Sebanyak 6 orang dilaporkan tewas akibat penembakan tersebut. (Photo: Getty Images/Jim Vondruska)

SuarIndonesia — Ancaman keamanan dalam negeri Pamam Sam Amerika Serikat (AS) semakin mengkhawatirkan. Pasalnya semakin banyak penembakan massal yang terjadi dan banyak menewaskan warga setempat.

Terbaru, sebuah penembakan massal kembali terjadi di sebuah perayaan Hari Kemerdekaan AS di Highland Park, Chicago, Illinois, Senin (4/7/2022) waktu setempat. Penembakan itu menewaskan tujuh orang.

Wali Kota Highland Park Nancy Rotering mengaku tidak percaya bahwa penembakan massal mampu terjadi di kotanya. Pasalnya, sebelumnya beberapa penembakan massal telah terjadi sebelumnya di wilayah lain seperti di Buffalo New York yang menewaskan 14 orang dan di Uvalde Texas yang menewaskan 21 orang.

“Anda mendengar hal-hal ini di berita. Dan itu mengerikan. Dan kemudian itu ada di halaman depan Anda sendiri. Dan Anda tidak bisa percaya itu nyata,” katanya dalam sebuah wawancara dengan CBS sebagaimana dilansir AFP, Rabu, (6/7/2022).

Para pelaku penembakan ini sendiri nyatanya disebutkan telah memperoleh senjata yang dimiliki secara legal. Bahkan, di beberapa kasus, penembakan sudah direncanakan beberapa minggu sebelum sang penembak mendapatkan izinnya untuk memperoleh senjata serbu otomatis.

“Senjata itu atas namanya. Senjata itu dibeli secara legal,” kata Wakil Kepala Polisi Lake County, Chris Covelli, menggambarkan kepemilikan senjata yang dimiliki pelaku penembakan Chicago, Robert Crimo.

Penembakan massal acak seperti yang terjadi di Highland Park hanyalah salah satu komponen kekerasan senjata AS. Selain penembakan massal, penembakan dengan pistol yang melibatkan geng narkoba juga disebut sering terjadi di kota besar.

Dilansir dari CNBCIndonesia, Kamis (6/7/2023), Arsip Kekerasan Senjata mendefinisikan “penembakan massal” sebagai insiden tunggal di mana setidaknya empat orang terluka atau terbunuh. Dalam data resminya, badan itu menyebut ada 20 penembakan yang terjadi pada Hari Kemerdekaan 4 Juli, kebanyakan melibatkan pistol.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

“Tidak harus seperti ini, namun kita sebagai bangsa terus membiarkan hal ini terjadi,” kata Gubernur Illinois J.B. Pritzker. “Penembakan massal telah menjadi tradisi mingguan Amerika kami.”

Meskipun seruan sering kepada pemerintah untuk melarang senapan serbu, anggota parlemen di Kongres AS tetap terbagi dalam masalah ini. Sebagian besar anggota dari Partai Demokrat mendukung dan di sisi lain, anggota Partai Republik kebanyakan menentang.

Setelah dua penembakan pada bulan Mei, Kongres mengambil tindakan terbatas, mengesahkan pemeriksaan latar belakang yang ditingkatkan untuk pembeli yang lebih muda.

Selain itu, Kongres juga mendukung undang-undang “bendera merah” yang memungkinkan pengadilan untuk sementara menghapus senjata dari mereka yang dianggap sebagai ancaman.

Namun hingga saat ini tidak ada kontrol baru pada penjualan senjata, yang mencapai 11,3 juta pada tahun 2020 saja. Pasca penembakan Chicago, anggota parlemen mulai kembali menyerukan tindakan lebih keras.

“Apa yang seharusnya menjadi perayaan kebebasan di Highland Park, Illinois kemarin berubah menjadi pembantaian karena komunitas kita dibanjiri senjata perang,” kata Senator Demokrat Dianne Feinstein, yang telah lama menjadi pendukung larangan senapan serbu.

“Sangat memalukan bahwa kami membiarkan penembakan massal menjadi hal yang biasa di AS,” katanya. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca