PENELITI WUHAN, Ngaku COVID Sengaja Dibuat Senjata Biologis

- Penulis

Senin, 3 Juli 2023 - 21:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laboratorium Wuhan, China. (Foto: AFP via Getty Images)

Laboratorium Wuhan, China. (Foto: AFP via Getty Images)

SuarIndonesia — Pencarian asal-usul COVID-19 bak tak habis-habisnya menuai kontroversi. Kali ini, seorang peneliti di Institut Virologi Wuhan membuat pengakuan mencengangkan. Ia menyebut, China sengaja menciptakan virus Corona sebagai ‘senjata biologis’. Alasannya, yakni menemukan jenis virus Corona yang bisa menyebar paling efektif.

Peneliti tersebut bernama Chao Shao. Pengakuan ini ia sampaikan dalam wawancara eksklusifnya bersama anggota Asosiasi Pers Internasional, Jennifer Zeng. Saat itu, ia memberikan informasi langsung dan wawasan unik tentang Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Chao Shao mengungkapkan, seorang peneliti dari Institut Virologi Wuhan lainnya bernama Shan Chao mengakui bahwa atasannya memberikan empat jenis virus Corona untuk diuji. Shan Chao diminta untuk mencari tahu, virus mana yang memiliki kemampuan terbaik untuk menginfeksi.

Dalam kesempatan tersebut, Chao Shao juga menceritakan salah satu insiden pada 2019. Saat itu, beberapa rekannya bak menghilang dalam Pertandingan Dunia Militer. Baru-baru ini, salah satu dari rekan tersebut mengaku bahwa kala itu, ia dikirim ke hotel tempat para atlet dari berbagai negara menginap dengan tujuan ‘memeriksa kondisi kesehatan atau kebersihan’.

Shao mencurigai, rekan-rekan tersebut sebenarnya dikirim ke tempat lain untuk menyebarkan virus. Pasalnya, pemeriksaan tidak memerlukan ahli virologi.

“Selain itu, pada April 2020, Chao Shan mengatakan bahwa dia dikirim ke Xinjiang untuk memeriksa status kesehatan warga Uighur yang dipenjara di kamp pendidikan ulang agar mereka dapat dibebaskan lebih cepat,” beber Chao Shao dikutip dari Firstpost, Senin (3/7/2023), dan dilansir detikNews.

“Sekali lagi, karena melakukan pemeriksaan kesehatan tidak memerlukan ahli virologi, dia dengan tegas menyiratkan bahwa dia dikirim ke sana untuk menyebarkan virus atau untuk mengamati bagaimana virus bekerja pada manusia,” ujarnya lebih lanjut.

Baca Juga :   CEGAH STUNTING dari Desa, Nor Fajeri Dorong Penguatan Peran Ibu Hamil dan Kader Kesehatan

Klaim virus Corona direkayasa menjadi senjata biologis juga sempat beredar saat awal pandemi COVID-19. Beberapa klaim menyatakan bahwa China yang menyebut sengaja dilepaskan dari sebuah laboratorium untuk menyerang negara lain.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada bukti valid yang menunjukkan bahwa virus Corona adalah senjata biologis. Para peneliti, dokter, politisi, dan badan intelijen di seluruh dunia yakin bahwa COVID-19 berevolusi secara alami. Dikutip Official Site of The State of New Jersey, bukti ilmiah menunjukkan bahwa virus Corona menyebar dari hewan ke manusia.

Satu makalah menunjukkan bahwa virus COVID-19 96 persen identik secara genetik dengan virus Corona yang sebelumnya diidentifikasi pada kelelawar. Para peneliti bekerja untuk menemukan kecocokan virus Corona yang lebih dekat pada hewan untuk mempertajam jalur penyebaran ke manusia.

Pada 2021, Badan Intelijen AS juga melaporkan bahwa virus Corona tak dikembangkan sebagai senjata biologis. Dikutip dari DW News, penilaian tersebut dipublikasikan dalam laporan yang dirilis oleh Kantor Direktur Intelijen Negara (ODNI), menilai asal-usul COVID-19.

Penilaian tersebut mengatakan pejabat China tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang virus tersebut sebelum wabah terjadi. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama
SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban
VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
MERUSAK JARINGAN Air Asin, PDAM Batola Masih Suplai dan PAM Bandarmasih Besok Hentikan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca