Penantian Panjang Terdakwa drg Soesiana, Inilah Akhirnya

Penantian Panjang Terdakwa drg Soesiana, Inilah Akhirnya

Suarindonesia  – Penantian panjang dengan persidangan yang cukup  alot, akhirnya drg Soesiana Ongki Wijaya divonis bebas oleh hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (16/5).

Terdakwa dianggap tak terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan sertifikat sebagaimana yang ditudingkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menurut majelis hakim dipimpin Eddy Cahyono SH MH, dalam putusan yang dibacakan pada sidang lanjutan, terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana pada pasal 266 ayat (1) pada tuntutan jaksa.

Oleh karena itu majelis hakim memvonis bebas terdakwa drg Soesiana Ongki Wijaya.

Menanggapi putusan majelis hakim, M Rasyid Rahman SH MH, selaku penasihat hukum terdakwa drg Soesiana Ongki Wijaya mengatakan, yang diputuskan majelis hakim sesuai dengan pembelaan yang diajukan.

“Yang mana dalam pembelaan kita meminta agar majelis hakim membebaskan klien kita.

Karena apa yang ditudingkan Jaksa terkait memberikan keterangan palsu itu tidak terbukti, dan sertifikat yang telah dimiliki klien kita sah semuanya,” ujar Rasyid.

Menurut Rasyid selama di persidangan tidak ada data atau bukti otentik yang menguatkan dakwaan JPU.

“Bahkan bukti kita dipersidangan lebih kuat diantaranya adanya Surat dari badan pengawasan Mahkamah Agung  RI Nomor : 1995/Bp/Eks/12/2018 tanggal 31 Desember 2018, yang menyatakan bahwa eksekusi sudah selesai,” ujarnya lagi.

Selain itu lanjut Rasyid, dari dulu sampai gugatan nomor 71 th 2013 tidak ada putusan yang menyatakan termasuk bidang tanah di Jalan Gatot Subroto adalah boedel warisan dari Budiman Gunawan.
Akan tetapi harta milik Suryadi Gunawan suami drg Soesiana Ongki Wijaya.

“Sampai putusan PK perkara nomor 961 PK/PDT/2018 Tgl 18 Februari 2019, yang dikuasakan kepada Masdari Tasmin juga ditolak MA RI,” jelas Rasyid.

Terdakwa oleh JPU Eko Cahyono dituntut satu tahun penjara, sebagaimana pada pasal 266 ayat (1) KUHP.

Diketahui drg Soesiana Ongkowijaya dilaporkan mantan iparnya Aslan Gunawan dan Lilicia Artatie Gunawan atas dugaan penipuan dan pemalsuan beberapa sertifikat milik (alm) Budiman Gunawan orangtua keduanya.

Padahal telah jelas gugatan yang pernah dilayangkan penggugat sebelumnya hingga proses hukum PK dimenangkan drg Soesiana Ongkiwijaya.

Sebelumnya pula, drg Soesiana Ongkowidjoyo membantah apa yang ditudingkan kedua mantan iparnya itu.

Menurutnya, sertifikat tanah SHM 783 dan 784 bukan milik Lilicia Artatie Gunawan sesuai tindak lanjut atas eksekusi putusan PK Mahkamah Agung No 103 PK/Pdt/2004 tanggal 3 April 2008 (secara prosedural hukum telah dilakukan melalui tahapan eksekusi yang dilakukan PN Banjarmasin.

Karena telah inkraht, secara administrasi atas 4 bidang tanah telah diajukan permohonan untuk proses balik nama menjadi atas nama drg Soesiana Ongkowidjojo dan anak-anak (sebagai ahli waris yang sah dari almarhum Suryadi Gunawan (suami drg Susi) dan berhak atas tanah bidang tanah yang telah dibatalkan hibahnya oleh hukum.

Terdakwa dilaporkan mantan iparnya Aslan Gunawan dan Lilicia Artatie Gunawan atas dugaan penipuan dan pemalsuan beberapa sertifikat milik (alm) Budiman Gunawan orangtua keduanya. (ZI)

 644 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: