Penanaman Tak Ada Arti Jika Ada Perambatan Hutan dan Karhutla

- Penulis

Selasa, 1 Januari 2019 - 19:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH) di Taman Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar

Suarindonesia – Pemprov Kalsel melakukan program revolusi hijau terus menggalakan penanaman. Penanaman itu, dilakukan untuk mengatasi lahan kritis.

Setelah sebelumnya lahan kritis di Kalsel berjumlah 614 ribu hektare sudah berkurang menjadi 511 hektare. Setiap tahun, pemprov menganggarkan untuk menanam di lahan seluas 32-35 ribu hektare.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor menyebut revolusi hijau untuk melestarikan hutan. Sebab, lanjutnya, hutan merupakan sumber kehdupan, baim manusia dan mahluk lainnya.

Namun menurutnya, penanaman tidak akan ada artinya apabila masih ada perambahan hutan, ilegal loging, dan kebakaran hutan dan lahan.

“Apa artinya menanam jika perambatan hutan, ilegal loging, dan kekabaran hutan tidak bisa dicegah,” ujarnya, Senin (31/12/) usai pelantikan Kepala Resort Pengelolaan Hutan (KRPH) dan Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH) di Taman Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Pria yang akrap disapa Paman Birin ini menambahkan, tahun 2018 Kalsel masih dikepung api. Padahal, lanjutnya, api bukanlah mahluk yang berakal.

Baca Juga :   KOBARAN API, Sebuah Bangunan Gedung Futsal Nyaris Membara

“Kalau kemarin kita dikepung api, ke depan kita yang harus mengepung api. Saya yakin kita sebagai mahluk berakal bisa mengepung api yang tidak berakal. Kecuali orang yang berakal membakarnya, ini perlu diawasi,” ujarnya.

TKPH yang baru saja dilantik diharapkan Paman Birin untuk menjadi garda terdepan menjaga hutan. Baik itu dari perambatan liar, ilegal loging, maupun karhutla. Ada 30 TKPH yang dilantik bersama dengan satu KRPH.

“Semoga mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, terutama menjaga hutan tetap lestari,” pesannya. (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Barito Kuala

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca