PENAMBANGAN Batubara Ilegal di Tanbu, Lima Orang Termasuk WNA Diamankan Polisi

Bagikan :
PENAMBANGAN Batubara Ilegal di Tanbu, Lima Orang Termasuk WNA Diamankan Polisi

SuarIndonesia – Penambangan batubara diduga ilegal di Kabupaten Tanbu (Tanah Bumbu) digerebek.

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) khususnya Polres Tanbu mengamankan lima orang yang dua diantaranya WNA (Warga Negara Asing).

Dari keterangan, Selasa (23/11/2021), semua hasil penyelidikan dilakukan jajaran Polres Tanbu dengan adanya penambangan liar di Desa Mangkal Api, Kecamatan Kusan Hulu.

“Iya ada diamankan dan sekarang masih dalam proses dari pengungkapan pada¬† Senin (22/11/2021),” kata Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Himawan Sutanto Saragih, melalui Kasi Humas Polres Tanah Bumbu AKP Made Rasa.

Ia katakan, tidak cuma lima orang (termasuk dua WNA), Polisi juga berhasil mengamankan sederet barang bukti di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Sepertinya, langkah tegas untuk membabat habis aktivitas penambangan liar yang disinyalir merusak ekosistem alam terus dilakukan Polda Kalsel.

Ketika itu, Polisi bergerak menghentikan dan mengamankan area yang diduga menjadi lokasi penambangan batubara liar.

Lima orang yang saat itu tengah berada di TKP langsung diamankan, dua diantaranya teridentifikasi memang WNA.

Kelima orang tersebut berinisial DG (28) warga Batam, AR (33) warga Kotabaru dan SR (35) warga Tanah Bumbu.

Sedangkan dua WNA yang diamankan berinisial LS (35) dan LZ (55), keduanya merupakan WNA asal Cina yang diketahui tinggal sementara di Kabupaten Tanah Bumbu.

Dari penyelidikan awal Polisi, kelima orang yang diamankan tersebut memiliki peran masing-masing dalam aktivitas diduga penambangan ilegal.

Dimana DG berperan sebagai juru bicara sekaligus penerjemah bahasa, LS sebagai manajer operasional, LZ sebagai pengawas tambang lalu AR dan SR berperan sebagai operator alat berat.

“Tak kurang dari sebelas alat berat berupa ekskavator dan dozer serta dua puluh dump truck diamankan dan dipasangi garis polisi,” tambah AKP Made Rasa.

“Disangkakan atas tindak pidana Tentang Penambangan Tanpa ijin sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 03 Tahun 2020 tentang perubahaan Undang-udang Nomor 02 tahun 2009, tentang Mineral dan Batubara Jo 55 KUHP.

Kelima orang dan sederet barang bukti tersebut kini telah diamankan,” pungkas AKP Made Rasa. (ZI)

 290 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!