SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pemulihan sekitar 12 ribu hektare lahan pertanian di beberapa kabupaten pascabanjir yang terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, di Banjarmasin, Sabtu (7/2/2026), menyampaikan, ribuan hektare atau sekitar 12 ribu hektare lahan pertanian terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala dan Tanah Laut.
Diungkapkan dia, ribuan hektare lahan pertanian terendam banjir tersebut meliputi pertanian padi, jagung dan hortikultura lainnya belum bisa diolah petani hingga harus dilakukan pemulihan.
“Meski banjir mulai surut, petani belum bisa melakukan pengolahan lahan maupun penanaman kembali karena kondisi tanah yang masih belum stabil,” ujarnya.
Saat ini, ungkap Syamsir, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota tengah melakukan monitoring ketat untuk mengidentifikasi kerusakan di lapangan.
Menurut Syamsir, beberapa daerah, seperti Kabupaten Banjar, dilaporkan telah mulai menyiapkan bantuan secara mandiri bagi para kelompok tani di wilayahnya.
“Kita sekarang sedang melakukan pemulihan, tapi tidak hanya dilakukan oleh provinsi, melainkan juga pemerintah kabupaten/kota. Mengingat ada pemotongan anggaran tahun ini, kami akan lebih selektif dalam memberikan bantuan. Kita akan dorong melalui penyuluh dan petugas pembantu hama untuk identifikasi ulang agar bantuan tepat sasaran,” kata Syamsir, melansir dari AntaraNews.
Langkah koordinasi lebih lanjut akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis atau Rakortek yang dijadwalkan pada minggu depan.
Mengingat keterbatasan anggaran di tingkat provinsi, pemerintah kabupaten yang memiliki wilayah diharapkan mengambil peran lebih besar dalam penyediaan benih bagi petani yang terdampak. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















