PEMPROV KALSEL Rakor Tata Kelola Hutan Guna Tekan Emisi Gas Rumah Kaca

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 21:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor dilaksanakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (24/11/2025). (SuarIndonesia/Adv)

Rakor dilaksanakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (24/11/2025). (SuarIndonesia/Adv)

SuarIndonesia- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel)  melalui Dinas Kehutanan Provinsi  menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Hutan dalam Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca yang dilaksanakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (24/11/2025).

Kegiatan dibuka Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Ia memaparkan bahwa Kalimantan Selatan memiliki kawasan hutan seluas 1,6 juta hektare atau 48 persen dari luas wilayah provinsi.

“Hutan-hutan ini memiliki nilai ekologi, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat. Kawasan hutan dapat menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perubahan iklim dan perubahan fungsi lahan menjadi tantangan serius dalam pengelolaan hutan.

“Kalimantan Selatan memegang peranan strategis dalam agenda FOLU Net Sink 2030 dan REDD+.

Melalui rakor ini, kita memastikan program dan kebijakan provinsi dan kabupaten/kota berjalan searah dan saling menguatkan,” tambahnya.

Sekda juga menekankan besarnya capaian Dinas Kehutanan dalam rehabilitasi lahan kritis.

“Dinas Kehutanan sudah banyak melakukan upaya-upaya mengurangi lahan kritis melalui penanaman. Sudah terlihat signifikan dan lahan mulai menghijau.

Baca Juga :   TIGA MAHASISWA UNUKASE yang Meninggal Dunia Kecelakaan Adalah Penerima Beasiswa KIP Kuliah Angkatan 2023

Semoga nantinya dapat memproduksi karbon yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fatimatuzzahra, turut menyampaikan pentingnya rakor ini dalam memperkuat pemahaman stakeholder mengenai mekanisme pengurangan emisi.

“Hari ini kita mengundang narasumber dari KLHK, Warsi, dan akademisi dari ITB agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan memahami skema-skema yang dapat diterapkan, seperti offset, emisi, dan administrasi pendukungnya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa upaya pengurangan emisi tidak hanya melalui penanaman, tetapi juga pengendalian perambahan hutan dan karhutla.

“Kami selalu berupaya meminimalisir perambahan kawasan serta karhutla, karena dua hal ini sangat menentukan keberhasilan penurunan emisi,” pungkasnya.(ADV/RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18