Pemprov Kalsel Prihatin Atas Masifnya Peredaran Narkoba

Pemprov Kalsel Prihatin Atas Masifnya Peredaran Narkoba

Suarindonesia – Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan prihatin atas masifnya peredaran narkoba dan meningkatnya korban pengguna narkoba yang didominasi oleh kalangan remaja. Sehingga lahirnya raperda tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya diharapkan sebagai solusi.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie mengatakan ihwal Rancangan Peraturan Daerah yang diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan dinilai sebagai bentuk perhatian dewan terhadap perkembangan kondisi sosial di dalam masyarakat terutama berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.

Haris menegaskan, fakta empirik dapat disaksikan dalam kehidupan sehari-hari baik lingkungan sekitar maupun melalui berita di media massa, di mana kasus peredaran narkoba semakin merajalela dan jumlah korban juga semakin meningkat serta merambah pada seluruh kalangan.

ia menyebutkan data Badan Narkotika Nasional juga menunjukkan hal yang sama, yakni tren peningkatan jumlah pengguna narkoba di tanah air terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Tambahnya, yang sangat memprihatinkan adalah korban terbanyak yaitu kelompok usia remaja yang notabene adalah para generasi muda.

Pihaknya pun terus bergandengan tangan dan merapatkan barisan guna mencegah semakin banyak warga masyarakat di Kalsel yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, tidak hanya menjadi tugas pemerintah yang harus proaktif memerangi narkoba, namun pemerintah daerah pun harus dapat melakukan tindakan tindakan pencegahan bahkan sampai tindakan rehabilitasi terhadap para korban narkoba jika diperlukan.

Sementara itu, Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Kalimantan Selatan, Irjenpol. Yazid Fanani mengungkapkan bahwa raperda tentang fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dan masyarakat Kalimantan Selatan untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan terhadap narkoba.

“Tentu Polda Kalimantan Selatan mendukung Raperda tersebut,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan tingkat pengguna narkoba di Kalsel mencapai 1,97 persen atau lebih besar dari angka nasional yang hanya mencapai 1,77 persen. Sehingga, Kalsel menduduki posisi kelima pengguna narkoba se-Indonesia. (BY)

 201 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: