SuarIndonesia – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) memberi tenggat waktu dua tahun kepada Bandara Syamsudin Noor untuk melakukan penerbangan langsung ke luar negeri, setelah kembalinya status internasional, kini terus dilobi.
Pemrov Kalsel, melobi Maskapai AirAsia, yang mana sebelum telah melakukan kunjungan ke Pemprov Kalsel.
Dengan agenda rencana penerbangan langsung ke Malaysia dari Bandara Syamsudin Noor.
Hal itu tak lepas dari status bandara internasional yang disematkan kepada Bandara Syamsudin Noor.
Dalam mendukung hal tersebut, Pemprov Kalsel juga coba melobi maskapai asal Singapura, yaitu Scootfly.
Pemprov coba mengupayakan penerbangan langsung ke Singapura dari Banjarbaru. target penerbangan langsung ke luar negeri sebagai upaya mempertahankan status internasional Bandara Syamsudin Noor.
“Kita terus melakukan upaya maksimal untuk memenuhi persyaratan bandara internasiol,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, M. Fitri Hernadi, Minggu (6/7/2025).
Menurutnya, Pemprov akan menjalin pertemuan dengan maskapai penerbangan asal Singapura, Scoot.
“Rencana pertemuan akan berlangsung secara virtual pada 15 Juli mendatang,” kata Fitri.
Sebelumnya Tim Maskapai Penerbangan AirAsia, pada Kamis (19/6/2025) berkunjung ke Kantor Gubernur Kalsel Jalan Jenderal Sudirman kilometer nol Banjarmasin.
Kedatangan tim AirAsia ini dalam rangka study marketing atau penjajakan rencana pembukaan rute penerbangan Banjarmasin – Kuala Lumpur Kuching Malaysia (direct).
Anggota tim yang hadir adalah Edwin (Head of Network Airport Authority Indonesia), Denis Jinol (Manager Network Planning Malaysia), Eva Hew (Executif Marketing), Gusti Made (Air Side Operation Dept.Head PT Angkasa Pura), Ari Nur (Pgs Aeronautika Dept. Head PT Angkasa Pura), dan Khairul Assidiqi (General Manager PT Angkasa Pura).
Edwin selaku Head of Network Airport Authority, mengatakan tujuan kedatangan tim untuk kelayakan studi atau study marketing untuk rencana membuka rute penerbangan pihak dari Malaysia ke Banjarmasin, Kalsel.
Untuk keperluan itu, pihaknya memerlukan informasi dari Pemerintah Provinsi Kalsel sebagai bahan pertimbangan dan mengukur kelayakan rencana dimaksud.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















