SuarIndonesia – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, dr Machli Riyadi mengatakan diperkirakan pekan depan hasil tes acak 20 ASN akan diketahui.
Machli juga mengatakan memang dari seluruh SKPD lingkup Pemko Banjarmasin di antara mereka ada yang memiliki hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) reaktif, namun hingga sampai saat ini hasil pemeriksaan swab-nya belum diketahui.
Alasan belum diketahuinya hasil pemeriksaan swab tersebut dikarenakan masih dalam antrean pemeriksaan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang berada di Banjarbaru.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi skala prioritas di Laboratorium Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Banjarbaru tersebut adalah orang yang meninggal dengan indikasi Covid-19.

“Di BTIKP Banjarbaru itu memprioritaskan orang-orang yang meninggal terlebih dahulu. Dan itu kan se Kalsel yang dilayani, juga pemeriksaan PCR itu di Kalsel hanya 1 di Banjarbaru itu,” ucap Machli yang dihubungi SuarIndonesia, Jumat (15/05/2020).
Bahkan dari 20 ASN tersebut disampaikan Machli bahwa keseluruhan sudah dilakukan pemeriksaan swab namun hingga sampai saat ini hasilnya belum ada dikarenakan bukan skala prioritas tadi.
Sementara itu dengan adanya lebih dari 20 RDT reaktif ini, di Pemko Banjarmasin, masih terdapat banyak ASN-nya yang belum dilakukan pemeriksaan RDT.
Ia juga membeberkan alasan kenapa masih banyak ASN yang tidak dilakukan pemeriksaan RDT. Karena menurutnya, ASN tersebut bukan merupakan skala prioritas yang harus dilakukan pemeriksaan RDT.
“Terus terang memang banyak di ASN di seluruh SKPD yang belum di rapid tes, karena itu juga bukan skala prioritas. Prioritas kita mendahulukan tenaga kesehatan itu yang nomor satu karena bersentuhan dengan pasien setiap hari, kemudian Orang Tanpa Gejala (OTG),” katanya.
Jadi rapid tes harus berdasarkan tracing, tidak asal permintaan. Dan apa dasar melakukan rapid itu, adakah kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi.
“Kalau tidak ada buat apa melakukan rapid tes, lain halnya kalau alat rapid tesnya banyak, tidak masalah. Khusus untuk saat ini kan terbatas, jadi yang mana skala prioritas itu yang didahulukan,” katanya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















