Suarindonesia – Menyusul masuknya intrusi air laut, membuat PDAM Bandarmasih mengalami kekurangan debit air sehingga suplai air terhadap pelanggan terganggu.
Direktur Utama PDAM Bandarmasih Banjarmasin Ir H Yudha Achmadi, kepada awak media, mengatakan bahwa PDAM mengalami kekurangan pendistribusian air bersih hingga 30 persen.
Dikarenakan lanjutnya kadar garam yang masuk di Sungai Martapura lebih dari 250/mg yang merupakan ambang batas intrusi air laut ke sungai.
“Air laut sudah masuk ke Sungai Martapura, sekarang kadar garamnya di atas ambang batas”, terangnya
Menurutnya lagi, sekarang kadar garam air laut mencapai 4000 mg/liter. Dan data terakhir Rabu pagi pukul 07.00 WITA menunjukkan kadar garam 4.963 mg/l dan level sungai 307 turun dar 315 Cm.
Kondisi saat ini menyebabkan penurunan produksi air hingga 30 persen, dan dampaknya hampir semua daerah terganggu dalam penggunaan air bersih.
Sementara itu, ujarnya lagi, Intake Sei Bilu batas maksimum hanya bisa dioperasionalkan 6 jam dan Stop total 18 jam. Air baku sungai bilu itupun dicampur dengan air baku yang diambil Sungai Tabuk.
“Makanya dampaknya juga tak hanya bagian timur, namun tengah dan daerah ujung juga bisa tak ke bagian air, “katanya.
Sedangkan kualitas pada rasa air PDAM juga berubah terasa hanta. Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat tidak konsumsi air sungai karena kadar garam tinggi tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu pencernaan.
Ia pun berharap kondisi seperti ini bisa cepat berlalu, dan tidak terus terjadi kemarau panjang, agar produksi air PDAM kembali normal seperti biasa.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















