PARA SAKSI Nasabah Pegadaian Akui Semua Barang Jaminan Sudah Dikembalikan

SuarIndonesia – Enam saksi yang diajukan selaku nasabah Kantor Pegadaian Rantau pada intinya tidak ada masalah, lantaran semua barang gadainya sudah dikembalikan setelah melunasinya.

Enam terdakwa tersebut kebanyak ibu rumah tangga hanya seorang saksi laki bernama Ruspandi, sedangkan kelima saksi lainnya adalah Ainun Jariah, Maria Ulfah, Rahmaliah, Hadiati dan Yusriani.

Menurut cerita keenam saksi sebelum mengadaikan barangnya yang sebagian besar perhiasan emas, dilakukan oleh penaksir yang tak lainnya adalah terdakwa Ristianti Anisa Fitria yang merupakan karyawan pada Kantor Pegadaian Rantau.

Setelah dilakukan penaksiran maka para saksi menemui kasir untuk menerima pembayaran ada yang kntan dan ada juga yang ditranfer ke rekening nasabah.

Soal jaminan gadai itu sendiri menurut para saksi semuanya di kembalikan setelah melunasi.

Terdakwa Ristianti Anisa Fitria karyawan pada Pegadaian Rantau yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), didakwa oleh JPU Tesa Tamara dari Kejaksaan Negeri Tapin menyelewengkan setoran nasabah yang telah menebus dengan mengembalikan jaminannya.

Modus yang dilakukan terdakwa menurut Tesa ia dengan menerima setoran nasabah tetapi dananya tidak disetor ke kas dimana ia bekerja yakni Kantor Pegadaian Rantau.

Tindakan terdakwa yang berlanjut selama kurun waktu sekitar setahun mengakibat terdapat unsur kerugian negara yang mencapai Rp 2,7 M, dimana dalam modus tersebut seolah olah nasabah masih melakukan pinjaman sementara jaminan sudah dikeluarkan oleh terdakwa.

Atas perbuatan terdakwa tersebut JPU   majelis hakim yang dipimpin hakim Heru Kuntjoro yang didampingi hakim ad hock Ahmad Gawie dan Arif Winarno mematok tiga pasal.

Dakwaan primair terdakwa di dakwa melanggar pasal melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP

Sedangkan dakwaan subsidair melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dan lebih subsidair melanggar pasal 8 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP. (HD)

 500 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!