SuarIndonesia – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1443 Hijriah/2022 Masehi jatuh pada Minggu (3/4/2022), usai diputuskan melalui sidang isbat pada Jumat (1/4/2022).
Ini menggunakan metode rukyatul hilal yang dilakukan di 101 titik lokasi di seluruh Indonesia, salah satunya di Kalsel.
Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel melakukan pemantauan di atas gedung Bank Kalimantan Selatan, dimulai pada pukul 17.00 WITA.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin mengatakan penetapan awal Ramadhan bisa menggunakan dua metode yakni hisab dan rukyatul hilal, yang digunakan saat ini yakni rukyatul hilal melihat bulan langsung.
Lanjut M. Tambrin berdasarkan Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) terbaru, yaitu tinggi hilal 3 (tiga derajat) dan sudut elongasi 6,4° (Enam koma empat derajat).
Sedangkan di Banjarmasin saat ini posisi hilal hanya di bawah 2 derajat.
“Saya tidak bisa mengatakan tidak terlihat, karena di daerah lain juga melakukan pemantauan,” ucap M. Tambrin

Ia juga mengatakan dalam pemantauan hilal selain di 13 kabupaten kota di Kalsel, pihaknya juga melakukan di Sungai Buluh Desa Labuan Amas HST.
“Sesuai dengan arahan guru Bakhit, karena orang dulu sering melakukan pemantauan hilal di sana,” katanya
Adapun Kondisi Jum’at, 1 April 2022 M/29 Sya’ban 1443 H, Tempat pemantauan atas gedung Bank Kalsel Banjarmasin
1.Ijtimak
Ijtima’ terjadi pada hari Jum’at tanggal 1 April 2022 M, pukul 14.24 WITA pada azimut +274° 34′ 16″.
2.Terbenam Matahari : Pukul 18:28 WITA
3. Azimut Matahari: °274° 34′ 16″
4.Terbenam Bulan : Pukul 18:37:47 WITA
5.Tinggi Bulan Hakiki : +02° 20′ 56″ (di atas ufuk)
6.Tinggi Bulan Mar’i : + 01° 37′ 23″ (di atas ufuk).
7.Azimut Bulan : + 272° 32′ 22″
8.Jarak Azimut Matahari & Bulan:
-2° 01′ 55″
9.Elongasi : +03° 51′ 37″
10. Umur Bulan: 4 Jam 4 Menit
11. Ilustrasi Kondisi Bulan : Bulan: +02° 20′ 56″
Garis Horizon / Ufuk Matahari
12. Kesimpulan : Berdasarkan Kriteria Imkanur Rukyat MABIMS terbaru, yaitu tinggi hilal 3 (tiga derajat) dan sudut elongasi 6,4° (Enam koma empat
derajat) (yang ditetapkan berdasarkan Surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tanggal 25 Februari 2022, Nomor B-79/DJ.III/HM.00/02/2022 perihal Pemberitahuan Penggunaan
Kriteria imkanur Rukyat MABIMS Baru) yang digunakan oleh Pemerintah Republik Indonesia, maka kondisi hilal tidak terpenuhi.
Dalam kondisi seperti ini, penentuan awal Ramadhan 1433 H sangat bergantung dengan hasil dinamika yang terjadi pada sidang Itsbat
Dari pantauan informasi di media nasional, Pemerintah RI melalui Kementerian Agama melakukan sidang itsbat yang hasilnya telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad (3/4/2022).
Sedangkan PP Muhammadiyah menggunakan metode hisab untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah.
Metode hisab ini adalah penghitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan yang menandai dimulainya awal bulan dalam kalender Hijriyah dan telah menetapkan yang awal Ramadhan jatuh pada Sabtu (2/4/2022). (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















