Pangeran Khairul Saleh Nilai, Komentar Luhut Terkesan Beri Perlakuan Istimewa terhadap TKA China

Pangeran Khairul Saleh Nilai, Komentar Luhut Terkesan Beri Perlakuan Istimewa terhadap TKA China

SuarIndonesia – Persoalan 49 TKA asal China yang ingin bekerja di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih berbuntut panjang. Lantaran Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan ikut berkomentar dan menyatakan, tidak ada pelanggaran yang dilakukan 49 TKA tersebut.

Malah menurut Luhut, TKA China datang telah memenuhi persyaratan yang berlaku, memiliki visa kerja resmi dari kedutaan Besar Indonesia di Beijing. “Ke-49 TKA itu mendapat visa 211 A pada 18 Januari, sebelum kita membuat larangan (warga negara) Tiongkok datang ke Indonesia,” kata Luhut.

Bertolak belakang dengan Luhut, Kemnaker melalui staf khususnya meminta 49 TKA asal China tersebut untuk pulang ke negara asalnya karena tidak mengantongi izin kerja.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh mengecam sikap Luhut, yang dinilai tidak memahami persoalan prosedur dan aturannya. “Jangan asal komentar, Luhut harus paham duduk persoalannya,” kata dia.

Pangeran berpendapat, Luhut harusnya memahami persoalan tersebut. “Para TKA China datang ke Sultra dengan visa 211, bukan dengan visa 312 yang digunakan untuk izin kerja,” kata Pangeran.

Apalagi, lanjut Pangeran, saat ini Indonesia dalam keadaan Darurat Nasional Virus Corona, Luhut mesti bisa memahami situasi dan kondisi di Tanah Air.

“Patut diingat bukan hanya masalah legalnya yang disorot, tapi yang lebih penting dan utama kita permasalahkan adalah upaya pencegahan berkembangnya penyakit corona,” tandasnya.

Pangeran menunjuk contoh WNI dari China masuk ke Indonesia saja harus dikarantina di Natuna. Sementara TKA yg dari Cina bebas masuk ke Indonesia tanpa proses karantina sebagaimana kebijakan Pemerintah dan Protokol WHO.

Pangeran berharap, pejabat pemerintah dalam berkomentar harus melihat situasi sekarang yang tidak menimbulkan polemik, tetapi ketentraman dan ketenangan masyarakat.(RA)

 1,262 total views,  2 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: