ORCHIDARIUM Khas Hutan Meratus di Taman Biodiversitas

- Penulis

Minggu, 7 Desember 2025 - 21:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taman Biodiversitas pada hutan hujan tropis di Lembah Bukit Manjai, Mandiangin, Kabupaten Banjar jadi kawasan penyangga sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi. (Foto: Antara)

Taman Biodiversitas pada hutan hujan tropis di Lembah Bukit Manjai, Mandiangin, Kabupaten Banjar jadi kawasan penyangga sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi. (Foto: Antara)

SuarIndonesia – Dr Amalia Rezeki, dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membangun orchidarium khas hutan Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan di Taman Biodiversitas pada hutan hujan tropis di Lembah Bukit Manjai, Mandiangin, Kabupaten Banjar.

“Kawasan alam dibuat menyerupai habitat asli tumbuhan anggrek spesies khas hutan Meratus,” kata Amalia Rezeki di Banjarbaru, Minggu (7/12/2025), dikutip dari AntaraNews.

Dosen Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ULM ini menjelaskan tanaman anggrek yang dibudidayakan antara lain anggrek raksasa (Grammatophyllum speciosum), anggrek hitam (Coelogyne pandurata lindl), anggrek vanda Kalimantan (Vanda dearei) dan anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis).

Sebagai kawasan koleksi anggrek, taman ini dijadikan area konservasi dari tanaman anggrek alam yang berfungsi sebagai area penelitian dan pengembangan anggrek serta wisata minat khusus.

Amel mengungkapkan kawasan orchidarium juga dilengkapi greenhouse berisi bibit-bibit anggrek yang pembangunannya didukung manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Selain itu, ada pondok riset, gazebo dan menara pantau sederhana untuk menunjang sarana riset dan konservasi termasuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Amel pun memberi nama Orchidarium Garden Silfrentine Magdalena Catootje sebagai Taman Tematik Anggrek Alam Meratus di Taman Biodiversitas.

Baca Juga :   DIPETAKAN Kondisi DAS untuk Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor
Dr Amalia Rezeki (paling kiri) bersama para mahasiswanya saat berada di Taman Biodiversitas yang kini dilengkapi orchidarium khas hutan Pegunungan Meratus. (Foto: Antara)

Nama Silfrentine Magdalena Catootje diambil dari nama ibunda tercinta Ferry F  Hoesain sebagai penghargaan atas jasanya selaku pendiri Taman Biodiversitas di hutan hujan tropis Lembah Bukit Manjai.

Ferry juga tokoh perintis peranggrekan Kalimantan Selatan versi Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kalimantan Selatan.

Silfrentine Magdalena Catootje yang untuk pertama kalinya memperkenalkan anggrek kepada Ferry pada tahun 1972.

“Ibundanya memberikan anggrek bulan yang saat itu Ferry masih berusia sekitar 10 tahun yang akhirnya Ferry menyukai bunga anggrek hingga sekarang,” ungkap Amel, peraih Kalpataru 2022 sebagai Penyelamat Lingkungan dari Pemerintah Republik Indonesia.

Ramadhan Jayusman selaku Kepala Pengelola Taman Biodiversitas menambahkan, Taman Biodiversitas merupakan suatu kawasan penyangga sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi.

Taman Biodiversitas ini merupakan upaya untuk menyelamatkan berbagai spesies tumbuhan lokal yang memiliki tingkat ancaman tinggi terhadap kelestariannya atau ancaman yang mengakibatkan kepunahan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya
PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter
MELEDAK Jaringan Listirk di Jalan Kuripan Banjarmasin
PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru
TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin
BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng
WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Senin, 6 April 2026 - 21:01

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 April 2026 - 20:25

PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Minggu, 5 April 2026 - 22:02

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). (Antara/A Rifandi)

Kaltim

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 Apr 2026 - 21:01

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca