Nasrullah Pastikan Pengaduan soal Dugaan Politik Uang Murni Penegakan Hukum

- Penulis

Senin, 13 Mei 2019 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Wakil Pengurus Harian Bendahara DPP Pusat PPP Nasrullah AR, Senin (13/05/2019) kembali mendatangi Bawaslu Kalsel dengan menyerahkan bukti baru dugaan money politics dan dua orang saksi money politics yang dituduhkan ke H Syaifullah Tamliha.

Bahkan Ketua Pemuda Kabah Pengurus Pusat ini juga menegaskan bahwa pengaduan dugaan money politics H Syaifullah Tamliha, di Kecamatan Haruyan HST dan Paramasan Kabupaten Banjar murni untuk terpanggil untuk penegakan hukum dan tidak ada tujuan politik lainnya.

“Kami ini Partai Islam dan ajaran yang saya anut juga ajaran Rasulullah, andai kata Fatimah mencuri, maka aku sendiri yang memotong tangannya. Nah, jika ada yang bertanya kenapa sesama kader PPP saling lapor tentunya hukum harus ditegakkan. Sebagai pengurus DPP, saya berkewajiban memastikan tidak ada kader yang terjerat kasus hukum,” tegas Nasrullah usai memberikan bukti dan saksi penguat laporannya ke Bawaslu Kalsel Jalan RE Martadinata Banjarmasin, Senin (13/05/2019).

Mantan anggota DPRD Kalsel ini menyebutkan, sudah lama Syaifullah Tamliha tidak punya itikad baik terhadap partai, misalnya tidak setuju atas pengangkatan Suharso Monoarfa menjabat sebagai Plt Ketua Umum PPP menggantikan Rommy.

Belum lagi, lanjutnya perbedaan pandangan antara Syaifullah Tamliha dengan PPP dalam mengusung capres Jokowi- KH Ma’ruf Amin. “Ia tidak setuju partai mengusung paslon 01, ia lebih condong kubu 02. Ada kok bukti jejak digitalnya,” tegas Nasrullah.

Baca Juga :   MENHUB DUDY: "Kami Jajaki dengan China-Rusia Bangun Rel Trans-Kalimantan"

Nasrullah memastikan tidak akan gentar melaporkan Syaifullah Tamliha, sebab jika lepas pidana Pemilu Nasrullah siap membawa kasus politik uang ini ke pidana umum dan Tipikor karena Syaifullah sebagai pejabat negara diduga melakukan suap.

“Jangankan dipecat dari pengurus Partai, nyawa pun taruhannya akan saya siap untuk menghadapi,” katanya.

Begitu juga jika diadukan penceramahan nama baik, pihaknya akan kembali mengadukan kasus pidana, pungkasnya dengan nada tinggi.

Karena itulah, sebagai dia mengaku tak takut karena apa yang dilakukan benar adanya dan bertekad membawa permasalahan tersebut sampai tuntas. Karena tujuannya, bukan mendiskualifikasi tetapi murni penegakan hukum.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas
SUARA LEDAKAN dan Membara di Alfamart Km  13 Gambut, Seorang Terduga Pelaku Diamankan
PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan
KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus
BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif
8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung
2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat
KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:36

8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Selasa, 29 September 2026 - 13:09

TEREKAM CCTV, Pencuri Motor Diringkus Satreskrim Polresta Banjarmasin

Berita Terbaru

Headline

TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas

Rabu, 30 Sep 2026 - 14:06

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca