Suarindonesia – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menyerahkan tanaman untuk ditanam di Miniatur Hutan Hujan Tropis (MH2T) di Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.
Di atas lahan seluas 90 hektare itu, APBN menyokong seluas 25 hektare.
” Saya menugaskan Kepala Litbang dan Inovasi Kemen LHK untuk terus mendampingi MH2T, tidak boleh berhenti sampai di sini,” ujar Nurbaya, Selasa (30/7).
Ia menyebut, kebijakan pemprov sangat relevan dengan Kementerian LHK, sebab kementerian menaruh perhatian besar terhadap hutan kota.
Dikatakannya, pemerintah pusat telah mengamanatkan agar setiap pemerintah daerah membangun dan menetapkan hutan kota paling sedikit 10% dari wilayah perkotaan dan atau disesuaikan dengan kondisi setempat.
“Saya sangat mengapresiasi Pak Gubernur Kalsel yang telah menetapkan hutan kota MH2T,” bebernya.
Ia menambahkan, KLHK menaruh perhatian besar pembangunan hutan kota di Indonesia, melalui dana APBN 2015 sampai 2017 telah membangun 923 hektare.
Mulai tahun 2018 kebijakan pemerintah meminta kepada pemerintah daerah untuk dapat membangun hutan kota secara mandiri, hutan kota yang penting di wilayah perkotaan karena memberikan fungsi mengurangi peningkatan suhu udara di perkotaan, mengurangi pencemaran udara dan karbon dioksida oksida nitrogen belerang dan lain-lain.
Kemudian, mencegah terjadinya penurunan air tanah dan permukaan tanah, mencegah terjadinya banjir atau genangan kekeringan intrusi air laut akibat meningkatnya kandungan logam berat dalam air, serta mengembalikan perubahan iklim dan yang penting lagi juga adalah sebagai wahana edukasi publik.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















