SuarIndonesia -Angka kemiskinan di Kalsel jika dibandingkan provinsi lainnya di Kalimantan, terendah dengan persentase 4,83 dari total penduduk.
Pada skala regional tingkat kemiskinan tertinggi terjadi di Kalimantan Utara sebesar 7,41 persen.
Hal itu berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel. Penduduk miskin di Kalsel pada periode September 2020 mencapai 206,92 ribu. Angka ini bertambah 19,1 ribu dibandingkan Maret 2020.
Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud, mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi menurun dan meningkatnya jumlah penduduk miskin di Kalsel. Di antaranya, kondisi harga sejumlah komoditi seperti, karet, sawit dan gabah.
“Berkebun dan bertani masih menjadi pekerjaan utama di desa, sehingga turun dan naiknya harga komoditi yang dihasilkan tentu akan mempengaruhi penghasilan mereka,” ujarnya, Senin (15/2/2021).
Ia mengatakan, bila dirunut lebih jauh, persentase penduduk miskin di Kalimantan Selatan pada September 2020 mirip dengan kondisi Maret 2016.
“Penduduk miskin secara absolut pada September 2020 merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” katanya.
Menurutnya, bertambahnya angka kemiskinan di Kalsel secara tidak langsung dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal 2020.
“Padahal sejak April 2020, pemerintah telah menyalurkan berbagai macam bentuk bansos sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19,” ujarnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















