Suarindonesia – Sudah mendekati hari “H”, dan tercatat ada 54 Jemaah Calon Haji (JCH) di Kalimantan Selatan (Kalsel) terancam tak berangkat.
Karena tinggal beberapa hari batas akhir tahun ini, belum juga pelunasan.
Kepala Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kalsel, Noor Fahmi menjelaskan, jumlah JCH Kalsel kuota semula 3.831 orang, karena ada penambahan kuota di Indonesia sebanyak 10.000 orang maka Kalsel mendapat 324 orang sehingga jumlah jemaah sebanyak 4.155 orang.
“4.155 itu khusus jemaah. Kalau ditambah petugas 65 orang, kita dibagi 13 kloter, 1 kloternya berjumlah 135 orang sehingga jika dijumlah untuk jemaah dan petugas sebanyak 4.220 orang,” urainya usai pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor diwakili Sekdaprov Kalsel, H Abdul Haris, di Asrama Haji, Jumat (21/6).
Diakuinya, sampai saat ini masih ada JCH yang belum melunasi biaya haji, yaitu 54 orang.
Pihaknya memberikan batas waktu sampai 25 Juni 2019 untuk melakukan pelunasan.
“Yang berangkat tahun ini pendaftar 2009 sampai Agustus 2010,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim mengakui tahun ini keterbatasan armada pesawat dan masa operasional untuk penerbangan haji.
“Maka itu pengisian kapasitas seat pesawat di masing-masing embarkasi haji harus dapat dimaksimalkan, selama dalam penerbangan jemaah haji mendapatkan pelayanan dua kali makan dan 1 kali makanan ringan atau snack dan minuman sesuai dengan standar Internasional dengan mengacu pada hasil Meel tes,” ujarnya.

Sementara, Dinas Haji Jakarta bidang Perencanaan Haji Garuda Indonesia, Budi Haryono menambahkan, pesawat akan tiba tanggal 2 Juli 2019, dan sudah parkir di Bandara Syamsudin Noor.
“Jenis pesawat yang digunakan Airbus 330 seri 200. Pesawat ini menyewa dari Negara Portugal high flight seperti tahun lalu 1 unit sudah termasuk pilotnya,” kata Budi Haryono ketika di Banjarbaru.
Menurutnya, keberangkatan jemaah calon haji Kalsel dibagi menjadi 19 kloter terdiri dari Kalsel dan Kalteng.
“Tahun ini ada penambahan 2 kloter sekitar 700 orang dari 5.577 orang dari Kalsel dan Kalteng,” bebernya.
Diketahui masa operasional penyelenggaraan ibadah haji terdiri dari dua fase, yaitu fase pemberangkatan dan pemulangan.
Gelombang 1 persiapan kerangkatkan mulai tanggal 5 Juli 2019 sampai dengan 19 Juli 2019, gelombang 2 mulai tanggal 20 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019.
Untuk fase kepulangan gelombang pertama mulai tanggal 17 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2019 dan gelombang kedua mulai tanggal 30 Agustus sampai dengan 15 September 2019.
“Pelayanan penyelenggaraan ibadah haji nasional harus sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan berbagai pihak terkait.
Ini menunjukkan kesiapan kita dalam penyelenggaraan ibadah haji dan diperlukan pengetahuan dan wawasan yang memadai sehingga dapat dengan cepat dan tepat bertindak menghadapi suatu persoalan persoalan,” pesan Sekdaprov saat melantik. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















