MENAG: Ramadan Harus Sentuh Kedalaman Batin dan Kepedulian Sosial

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 20:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar memberikan tausiyah dalam Pengajian Akbar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026). (Foto: Dok Kemenag RI)

Menag Nasaruddin Umar memberikan tausiyah dalam Pengajian Akbar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026). (Foto: Dok Kemenag RI)

SuarIndonesia — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan ibadah pada bulan Ramadan tidak boleh hanya berhenti pada ritual formal, melainkan harus menyentuh kedalaman batin dan kepedulian terhadap sesama.

“Menjelang syukur Ramadan, ada prolog yang Allah berikan kepada kita semuanya sebagai shock therapy untuk menghadapi Ramadan, yaitu Isra’ Mi’raj,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Akbar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026).

Menag menjelaskan Isra’ Mi’raj yang diperingati sebelum Ramadhan merupakan prolog atau persiapan mental bagi umat Islam.

Ia menggarisbawahi bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali “kesucian” dalam berinteraksi dengan sesama manusia dan alam semesta.

Menag mengajak umat untuk mengalihkan fokus dari sekadar mengejar pahala personal menuju pencarian rida Allah melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain.

“Kita jangan mengejar Lailatul Qadr. Mana lebih penting kita mencari Lailatul Qadr atau mencari yang menurunkan Lailatul Qadr? Lailatul Qadr itu makhluk, surga itu makhluk. Yang kita butuhkan adalah siapa yang menurunkan Lailatul Qadr, Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT),” kata Menag Nasaruddin Umar mengutip AntaraNews.

Menurutnya, semangat solidaritas sosial lahir dari rasa cinta yang tulus kepada Sang Pencipta. Mengutip filosofi Rabi’ah Adawiyah, Menag menekankan bahwa ibadah yang didasari cinta (mahabbah) akan melahirkan rasa kasih sayang yang tulus kepada sesama tanpa sekat.

Baca Juga :   TANPA GOL Hasil Laga Championship 2025/2026, Barito Putera Vs PSS Sleman

“Saya menyembah Tuhan karena I love you my God. Saya mencintaimu. Jadi kalau mahabbah yang berbicara, kecil itu surga, kecil itu neraka. Kita harus yakin betul bahwa Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang,” kata Nasaruddin.

Menag juga mengingatkan bahwa keberagaman dan perbedaan pendapat di tengah masyarakat harus disikapi sebagai rahmat untuk memperkuat persaudaraan, sebagaimana tradisi yang diajarkan para sahabat Nabi.

Menag mengimbau seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai madrasah untuk mengasah kepekaan sosial, menjaga kelestarian alam melalui ekoteologi, dan mempererat tali silaturahmi demi bangsa yang lebih harmonis.

“Perbedaan pendapat di antara umat itu adalah rahmat. Kita kadang-kadang mendebat orang tidak ada cinta. Jadikan setiap langkah sebagai ibadah, karena dengan menyandarkan segala sesuatu kepada Allah, maka beban seberat apapun akan menjadi ringan,” kata Menag Nasaruddin Umar. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS
FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!
POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak
KUNTADI Dilantik jadi Jampidsus
DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026
PEKAN DEPAN Finalisasi Perpres Ojol Rampung

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10

PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terbaru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Jul 2026 - 19:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca