SuarIndonesia -“Melepas nyawa” atau meninggal dunia satu tahanan yang kabur dari lima tertangkap di wilayah Polres Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Tahanan ini disebut Syarifuddin alias Udin Jangar, yang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau. Bahkan disebut lagi kalau Syarifuddin, seorang residivis.
“Iya Syarifuddin pernah melakukan pencurian dengan pemberatan satu kali di wilayah Tapin.
Untuk tinggalnya di Astambul, Kabupaten Banjar, dan pernah pula menjadi warga binaan di LP Banjarbaru,” kata Kapolres Tapin, AKBP Sugeng Priyanto, kepada wartawan, Rabu (26/4/2023).
Pihak Polres, usai dinyatakan meninggal itu, masih menunggu pihak keluarga.
“Saat penangkapan lima orang dari enam yang terkait kasus narkotika dalam kondisi lemah dan dehidrasi,” ujarnya lagi.
Sisi lain, saat penangkapan, tahanan ini mempersenjatai diri dengan senjata tajam, yang dicuri dari sebuah pondok milik petani.
Diketahui, terungkap persembunyian tahanan yang kabur lantaran salah satu diantaranya berniat meminjam sepeda motor warga.
Warga itu tak lain pencari rumput pakan ternak di sekitar SD Lokpaikat Kabupaten Tapin.
“Seorang itu mau beli makanan dan minum, jadi dari situlah posisi mereka anggota ketahui.
Untuk satunya masih dalam pemburuan” kata Kasi Humas Polres Tapin, AKP Agung Setiawan, sebelumnya. .
Dari keterangan, lima tahanan yang tertangkap terpaksa diberikan tembakan, karena mencoba melawan petugas dengan senjata tajam.
Diketahui Tim Kepolisian pengepungan hingga di hutan-hutan Enam tahanan yang kabur ketika itu Muhammad Riduan (39), Irfendi (34), Suriansyah (37), Muhyar (36, Taufik (51) dan Syarifudin (45).
Tahanan itu kabur setelah merencanakan selama empat hari dengan menggergaji sel lantas menjebol plafon rutan (rumah tahanan) yang tidak dilapisi besi pengaman, pada Minggu (23/4) dini hari.
Saat ini tahanan yang masih dalam pencarian atasnama Irfendi (34) berlamat Desa Kumbang Kelurahan Sungai Kecamatan Simpang Empat Kabuoaten Banjar (sesuai KTP).
Sedangkan dr Amelia dari Rumah Sakit Datu Sanggul mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kematian Syafrudin memang akibat kelelahan.
“Karena henti jantung atau dalam bahasa kita cardiac arrest. Tidak ada luka lebam pada jenazah tahanan.
Untuk luka tembak ada satu, tapi ini tidak termasuk penyebab kematian. Ini murni karena kelelahan atau henti jantung,” tutupnya. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















