Massa Aksi Apel FUI Memekik Takbir Tolak Kecurangan Pemilu

- Penulis

Jumat, 1 Maret 2019 - 20:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Pose dua jari khas pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terlihat di barisan massa aksi Apel Siaga Umat di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (1/3).

Acungan dua jari muncul di sela sejumlah massa yang turut membawa poster Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab.

Sejak melakukan aksi jalan kaki (long march) dari Masjid Sunda Kelapa, sebagian massa aksi baik perempuan maupun laki-laki mengacungkan jempol dan telunjuknya.

Beberapa di antaranya bahkan mengenakan pin garuda merah, simbol seragam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Acungan pose dua jari muncul terutama saat orator meminta massa meneriakkan takbir.

Seperti saat Sekjen FUI Al Khaththath menyerukan memilih pemimpin yang tepat.

“Hari penentuan ada atau tidak umat Islam di Indonesia itu ada pada 17 April. Salah pilih pemimpin habis umat Islam,” kata Al Khaththath.

“Jangan sampai salah memilih pemimpin, kita yakin 17 April adalah hari kemenangan umat Islam Indonesia. Saudara ingin menang atau kalah? Menang apa kalah? Takbir!” ujar Al Khaththath dari atas mobil komando.

Baca Juga :   KEMENDAGRI Segera Tunjuk Pjs Gubernur Kalsel

“Allahu akbar!” saut massa aksi sambil mengangkat tangan dan berpose dua jari.

Mereka menuntut KPU bisa bersih dan adil di Pemilu 2019. Sejumlah atribut dibawa massa aksi. Terlihat ada papan dengan tulisan FUI menolak kecurangan pemilu. Terlihat pula bendera besar dengan gambar wajah Rizieq Shihab.

Beberapa perwakilan, seperti Amien Rais, Eggi Sudjana, Al Khaththath, dan Abdul Jabar menemui perwakilan KPU. Mereka direncanakan bertemu Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Sebelumnya, Amien Rais yang juga Ketua Dewan Persaudaraan Alumni (PA) 212 menuntut KPU dan Bawaslu untuk adil dalam mengawasi Pemilu 2019.

Dalam aksi Apel Siaga Umat, Amien menyebut laknat Allah menanti jika KPU dan Bawaslu tidak bisa berlaku adil dan membiarkan kecurangan.

“Kalau sampai curang, dan terbukti, tentu kita akan buat perhitungan. Dan laknat Allah akan menimpa mereka,” teriak Amien dari atas mobil komando.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong
AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin
UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca