MASIH TERPUTUS 2 Kilometer Akses Terminal Gambut Barakat

- Penulis

Selasa, 23 November 2021 - 21:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Jalan akses Terminal Gambut Barakat (TGB) atau Km 17 masih terputus.

Dari 3 kilometer yang akan menjadi penghubung Jalan A. Yani dan Jalan Gubernur Subarjo, 2 kilometer di antaranya belum di aspal.

Kepala Balai Pengelola Transfortasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalimantan Selatan, Zulmardi, mengakui masih terdapat kendala, yaitu akses jalan.

Sejatinya jalan di depan TGB menghubungkan Jalan A. Yani dan Jalan Gubernur Subarjo.

Selain itu, akses tersebut juga disiapkan untuk koridor angkutan massal Terminal Km 17 – Pelabuhan Trisaksi. 3 objek vital transfortasi yaitu Bandara, Terminal, dan Pelabuhan sejatinya harus terhubung secara langsung.

“Jalan yang belum tembus sudah dijanjikan akan diperbaiki oleh pemerintah daerah. Jika jalan itu sudah diperbaikin maka akses keluar dab masuk TGB semakin mudah,” ujar Zulmardi.

Dikatakan Zulmadri, informasi terakhir yang didapatkan pihaknya pembangunan jalan sudah masuk perencanaan infrastruktur wilayah.

“Mudah-mudahan je depan jalan tersebut sudah tembus, sehingga posisi TGB di tengah-tengah dan sangat strategis sebagai penghubung ke Bandara Syamsudin Noor.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, M. Yasin Toyib, mengakui ruas jalan akses terminal tersebut aset Pemprov Kalsel.

Baca Juga :   PULUHAN JEMAAH UMRAH Kalsel Telantar di Jeddah, Bambang Heri Purnama Turun Tangan Bantu Kepulangan ke Tanah Air

Disebut Yasin, untuk menghubungkan Jalan A. Yani dan Jalan Gubernur Subarjo memerlukan pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer.

“Sesuai perencaaan jalan yang akan dibangun panjangnya 3 kilometer,” katanya, Selasa (23/11/2021).

Pemprov Kalsel sudah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 1 kilometer dengan lebar 10 meter. 2 meter lainnya, menurut Yasin, belum bisa dibangun, sebab status lahan masih milik warga bukan milik pemerintah.

“Direncanakan lahan yang harus disiapkan lebarnya 20 meter. Memang agar diterima memjadi jalan nasional paling minimal lebar lahan 11 meter, terdiri 7 meter jalan dan 4 meter bahu jalan.

Akses terminal Gambut ini direncanakan lebarnya sama seperti Jalan Gubernur Syarkawi,” pungkasnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru