MANTAN Kadis Pariwisata Tanah Laut dan Bendaharawan Diganjar Setahun Penjara

- Penulis

Kamis, 11 Juli 2024 - 17:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Terdakwa Rafi’i Effendi mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut yang diduga menilep uangg diterima oleh dinas tersebut, diganjar setahun penjara oleh majelis hakim Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin dipimpin hakim Yusriansyah.

Begitu juga dengan seorang staf bendaharawan pengeluaran Tinawatoi juga diganjar hukuman yang sama.

Vonis majelis hakim ini disampaikan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Kamis (11/7/2024).

Khusus Tinawati masih dibebani membayar uang pengganti sebesar Rp 31 juta bila tidak dapat membayar maka kurungannya bertambah selama enam bulan.

Menurut majelis hakim sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2020, hakim bisa meniadakan denda bila kerugiannya di bawah Rp 50 juta. Maka dalam vonis tersebut kedua terdakwa di tiadakan untuk membayar denda.

Atas putusan tersebut kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya masih menyatakan banding.

Majelis hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum kalau kedua terdakwa bersalah melanggar pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam tuntutannya Jaksa Penuntut Umum (JPU)  dikomandoi Ahmad Rifabi, menutut kedua terdakwa masing masing selama 15 bulan penjara, serta mamsing masing di denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Khusus terdakwa Tinawati dibebani membayar uang pengganti Rp 31 juta bila tidak dapat membayar maka kurungannya bertambah selama 8 bulan.

Sedangkan terdakwa Rafi’i karena sudah mengembalikan kerugian negara maka dalam tuntutan ditiadakan.

Baca Juga :   PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Tuntutan ini disampaikan JPU pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, pasa Rabu (10/7/2024).

Seperti diketahui, terdakwa Muhammad Rafi Effendi bekerja sama dengan Bendahara Penerimaan, Tinawati pada dinas yang sama, menilep uang retribusi dan asuransi pariwisata dari obyek wisata yang ada di daerah tersebut.

Berdasarkan ketentuan dan kerja sama dengan PT Asuransi Jasa Raharja Putra, setiap retribusi pariwisata ke obyek wisata dikenai biaya Rp 5000 dengan ketentuan Rp 4.500 disetor ke Kas daaerah dan yang Rp 500 disetor ke PT Asuransi Jasa Rahardja Putra.

Ternyata, menurut JPU kedua tersangka yang di sidang terpisah dalam berkas tetapi disidang secara bersama, selama tahun 2022 dan 2023, kedua tersangka tidak menyetor ke Kas daerah sebanyak Rp 42 juta dari Rp 900 juta lebih perolehan  retribusi pariwisata sementara untuk jasa asuransi sebanyak Rp 183 juta lebih.

Sehingga kerugian yang di derita daerah dan perusahaan negara tersebut mencapai Rp 225 juta lebih. Dari jumlah tersebut, tambah JPU, mereka tidak dapat mempertnggungjawaban sehingga sampai ke ranah hukum. (HD)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca