SuarIndonesia – Mendadak, ada sekitar 180 lebih tenaga honorer di DPRD Kalsel menjalani tes urine, terdiri dari 39 orang cleaning service, 41 orang Satpam dan 120 orang tenaga kontrak yang lain.
“Sebagai salah satu persyaratan perpanjangan kontrak tahun 2022,”ucap Kabag Tata Usaha Sekretariat DPRD Kalsel, H Riduansyah kepada awak media, Senin (3/1/2022).
Menurut Riduan, tes urine untuk tenaga honorer ini setiap tahun dilakukan mengingat pekerja di lingkungan DPRD Kalsel harus terbebas dari Narkotika atau obat obatan yang lain.

Jika memang ditemukan adanya pekerja yang ternyata positif setelah dilakukan tes urine, ujar Riduan akan diberi sanksi.
“Sesuai arahan pimpinan bila ditemukan ada yang positif,sebagai sangsinya perpanjangan kontrak sebagai tenaga honorer tidak diperpanjang,” ujarnya.
Riduansyah juga mengatakan, sebagian tenaga honorer yang masih ada tugas luar atau ijin sakit, diberikan kesempatan dua hari kedepan untuk melakukan tes urine yang sama.
“Mereka bisa melampirkan surat keterangan, semoga saja dalam tiga hari tes urine selesai, dan kontrak kerja dapat diperpanjang,” ujarnya lagi.
Petugas Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel menyebutkan, sebelum petugas honorer di lingkungan DPRD Kalsel melakukan tes urine telah menyertakan keterangan kondisi kesehatan masing masing
“Dalam sepekan terakhir apa yang telah dikonsumsi, baik obat atau jamu,”ujarnya.
Sementara itu salah satu tenaga kontrak di lingkungan DPRD Kalsel mengatakan, pemberitahuan akan dilaksanakan tes urine sudah lama. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















