LUDES dalam Setengah Jam, Ratusan Liter Minyak Goreng Murah

Bagikan :
LUDES dalam Setengah Jam, Ratusan Liter Minyak Goreng Murah

SuarIndonesia — Tak berlangsung lama, ratusan liter minyak goreng kemasan yang disediakan dalam operasi pasar murah di halaman Kantor Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan ludes diserbu warga.

Bahkan, dari pantauan di lokasi, Selasa (25/1/2022) pagi, banyak warga yang datang namun pulang dengan tangan kosong, karena tidak kebagian.

Benar saja, Lurah Tanjung Pagar, Aina mengatakan bahwa pihaknya juga merasa terkejut dengan respon warga saat dibukanya operasi pasar murah untuk minyak goreng tersebut.

“Dari kita buka sekitar setengah jam kemudian sudah habis,” ucapnya saat ditemui awak media usai menggelar operasi pasar.

Ia menerangkan, sebelum operasi pasar murah minyak goreng dimulai, pihaknya telah membagikan informasi itu ke grup-grup whatsapp ketua RT.

Alhasil, warga pun langsung menyerbu lokasi gelaran operasi pasar murah. Terlebih di kondisi sekarang, minyak goreng terbilang cukup langka dan harganya juga masih tinggi.

 

LUDES dalam Setengah Jam, Ratusan Liter Minyak Goreng Murah (2)

 

“Di sini wilayahnya cukup jauh dari pasar. Dan minat warga membeli minyak goreng sangat tinggi,” jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan warga yang belum kebagian minyak goreng?

Terkait hal itu, Aina mengaku belum bisa berbuat banyak dan tetap berharap akan ada lagi gelaran operasi pasar di wilayahnya.

“Kita juga tergantung dinas. Karena kami hanya menyediakan tempat saja. Semoga nanti akan ada lagi,” harapnya.

Selain di Kelurahan Tanjung Pagar, operasi pasar murah minyak goreng ini juga digelar di kawasan Basirih Selatan, Banjarmasin Barat di hari yang sama.

Baca Juga :

OPERASI PASAR Minyak Goreng Digelar di Basirih dan Tanjung Pagar

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, dua lokasi itu dipilih karena keberadaannya yang jauh dari ritel modern yang menjual minyak goreng seharga Rp14 ribu rupiah per liter.

Ia tak menampik bahwa harga minyak goreng di pasar tradisional memang masih bervariasi. Dari kisaran Rp14 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

“Mungkin karena masih menghabiskan sisa stok minyak goreng terdahulu. Sehingga harga jualnya juga mengikuti harga modal saat itu,” pungkasnya.

Tezar menambahkan, untuk satu titik lokasi operasi pasar disediakan sebanyak 600 liter minyak goreng.

Setiap warga hanya dibatasi bisa membeli maksimal dua liter minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter.

“Pemko mendapat dukungan sebanyak 1.200 liter minyak goreng dari salah satu perusahaan di Banua untuk mengadakan operasi pasar murah. Pemerintah pusat juga sudah menggelontorkan kurang lebih 1,2 miliar liter minyak goreng secara bertahap untuk seluruh wilayah Indonesia,” tutupnya. (SU)

 276 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.