OPERASI PASAR Minyak Goreng Digelar di Basirih dan Tanjung Pagar

Bagikan :
OPERASI PASAR Minyak Goreng Digelar di Basirih dan Tanjung Pagar

SuarIndonesia — Sulitnya mendapatkan minyak goreng dengan harga normal di pasaran membuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memutuskan untuk kembali menggelar operasi pasar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menjelaskan, selain untuk membantu masyarakat yang kesulitan mencari salah satu bahan pokok tersebut, operasi pasar murah itu dilakukan bertujuan agar menstabilkan harga di pasaran.

“Rencananya pada Selasa (25/1) kita (Disperdagin) akan mengadakan pasar murah minyak goreng dengan harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan, yakni Rp14 ribu per liternya,” ucapnya saat ditemui di lobi Balai Kota, Senin (24/1/2022) sore.

Untuk lokasinya sendiri, tezar menambahkan, ada dua titik operasi pasar murah dalam satu hati. yakni di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat.

Baca Juga :

OPERASI PASAR Murah, 240 Liter Minyak Goreng Ludes Tak Sampai Sejam

“Di Tanjung Pagar itu lokasinya di halaman kantor kelurahan. Kalau di Basirih Selatan titik kegiatannya ada di bawah Jembatan Basirih,” ungkapnya.

Menurutnya, alasan menjadikan kedua titik tersebut sebagai lokasi digelarnya operasi pasar murah untuk minyak goreng ini lantaran lokasinya yang jauh dsri ritel modern.

Pasalnya, ia mengakui bahwa harga minyak goreng di pasar tradisional memang masih bervariasi. Ada yang menjual dengan harga normal yakni Rp14 ribu per liternya. Ada juga yang menjual dengan harga Rp20 ribu.

 

OPERASI PASAR Minyak Goreng Digelar di Basirih dan Tanjung Pagar (2)

 

“Tapi yang jelas, kita (Pemko Banjarmasin) bertugas sebagai stabilisator harga di daerah sudah menyampaikan kepada mereka bahwa kewajiban seluruh pedagang (pasar di bawah pemko) untuk menjual minyak goreng dengan harga yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

“Dan sekarang ini sudah berlaku aturan itu. Kita masih terus melakukan sosialisasi aturan ini secara persuasif kepada mereka (pedagang minyak goreng),” tandasnya.

Kemudian untuk ritel modern, Tezar mengklaim bahwa stok minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per liter masih tersedia.

“Makanya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya kita pilih dua lokasi tadi sebagai titik pasar murah,” jelasnya lagi.

“Untuk satu titik operasi pasar murah, kurang lebih disediakan sebanyak 600 liter minyak goreng, yang akan dimulai pada pukul 09.30 pagi,” tambah Tezar.

Di samping itu, Tezar mengimbau agar jangan sampai terjadi panic buying akibat kelangkaan mihyak goreng ini.

“Insya Allah pemerintah akan terus memperhatikan hal ini untuk kenyamanan warga dalam memenuhi kebutuhan salah satu bahan pokok ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Tezar mengaku bahwa Pemko Banjarmasin mendapat dukungan dari salah satu perusahaan minyak goreng di Banua untuk mengadakan pasar murah sebanyam 1.200 liter.

“Kalau ditotal dengan stok yang lain, dalam satu mijggu ini kita siap menggelontorkan 2.400 liter untuk 4 titik operasi pasar,” ujarnya.

Menurutnya, selain dari pemerintah daerah, pemerintah pusat juga sudah menggelontorkan kurang lebih 1,2 miliar liter minyak goreng secara bertahap untuk seluruh wilayah Indonesia. (SU)

 258 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

1 Comment

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.