KURANG Salur jadi Permasalahan Dana Transfer Pusat ke Daerah

- Penulis

Senin, 24 Februari 2020 - 19:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Penyaluran dana bagi hasil (DBH) untuk suatu daerah sering kali kurang. Kekurangan penyaluran DBH akan diselesaikan pemerintah pusat pada tahun anggaran berikutnya.

Bagi pemda yang sudah keburu mencatumkan DBH sebagai pendapatan untuk digunakan pada belanja tentu akan pusing tujuh keliling menambal kekurangan tersebut.

Direktur Jendral (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, Astera Primanto Bhakti, tidak menampik kekurangan salur tersebut.

Dijelaskannya, penerimaan yang akan disalurkan kepada masing-masing pemda masih bersifat estimasi yang dihitung dengan berbagai formula dan parameter.

“Memang di sisi lainnya pengeluaran adalah rencana yanh harus dilakukan.

Tidak gampang memecingkan antara satu yang masih cita-cita (dalam hal ini pendapatan) dan satunya di depan mata harus dilaksanakan (dalam hal ini belanja).

Memang itulah seni mengelola anggaran. Banyak daerah melakukan perhitungan yang dilihat hanya angka yang disampaikan Kementerian ESDM khusus mineral dan batu bara misalnya, dari angka itu langsung dimasukan alokasi pendapatan,” ujarnya, Senin (24/2), di sela Kunjungan Tim Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ke Provinsi Kalsel, di Ruang Rapat H. Maksid Setdaprov Kalsel.

Menurut Astera, angka yang keluar tersebut tidak 100 persen dijadikan mata pendapatan, sebab masih ada perhitungan kurang bayar atau lebih bayar.

Baca Juga :   KPK BUKA SUARA soal PN Jaksel Menangkan Praperadilan Sahbirin Noor

Seringkali menurutnya, pemda lupa melakukan normalisasi.

“Pesan kami DBH jangan dipatok 100 persen, diturunkan lah agar lebih mendekati realistis angkanya. Pemda harus mengurangi membuat perencanaan pengeluaran di luar kenyataan,” kata Astero.

Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurizal, mengaku menemukan laporan dari beberapa daerah dengan permasalahan yang beragam, oleh seban itu dihadirkan dirjen dari kemenkeu yang bertugas menangani dana transfer daerah.

Terkait DBH, lanjut Cucun, terdapat permasalahan antara estimasi dan fixasi. Floating transfer daerah akan terjadi kurang atau lebih bayar.

“Misal setelah keluar rekomendasi ternyata di tahun sebelumnya kelebihan bayar yang artinya di tahun sekarang pemda harus mengganti atau dikurangi dari alokasi tahun berjalan.

Atas dasar itu kami mengimbau pemda untuk tidak menganggarkan seutuhnya menghindari permasalahan apabila penerimaan transfer pusat tidak maksimal,” pesannya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PRIA MISTERIUS Tergeletak Tak Bernyawa di Emper Pertokoan Pasar Pagi Banjarmasin
150 JUTA Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap Hingga Akhir 2026
BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji
KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan
KAKEK TUKANG PIJAT Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Pohon dengan Wajah Berlumur Darah
KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla
LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar
GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:04

PRIA MISTERIUS Tergeletak Tak Bernyawa di Emper Pertokoan Pasar Pagi Banjarmasin

Jumat, 24 April 2026 - 19:44

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 April 2026 - 19:26

KINERJA POSITIF BTN-BSN Banjarmasin, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat Tercermin Pertumbuhan DPK dan Sektor Perumahan

Jumat, 24 April 2026 - 14:14

KALSEL WASPADA ! Tercatat Secara Nasional 3.609 Titik Panas, Kementerian LH Bentuk Satgas Pencegahan Karhutla

Jumat, 24 April 2026 - 13:58

LENGKAPI FASILITAS Penunjang Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Dialokasikan 5 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45

GAGAL BERANGKAT Tiga CJH Koloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Satu Meninggal Dunia

Jumat, 24 April 2026 - 13:27

DITERBANGKAN 360 CJH Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin, Anggota DPRD Kalsel Ikuti Melepas

Kamis, 23 April 2026 - 22:48

CATATAN BPK Belasan Izin Tambang di Kalsel Wewenang Pusat dan Provinsi

Berita Terbaru

Jemaah calon haji saat berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru, Kalsel, untuk keberangkatan kloter pertama pada Jumat (24/4/2026) dini hari. (Foto: Antara/Firman)

Bisnis

BANDARA Syamsudin Noor Beroperasi 24 Jam Layani Haji

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:44

Iffa Rosita, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. (Foto: Humas OIKN)

Politik

PEMILU 2029, KPU Siapkan Dapil Khusus IKN

Jumat, 24 Apr 2026 - 19:37

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca