KUALITAS Air di Kalsel Disebut Masih Rendah, Ini Penyebabnya

- Penulis

Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Kualitas air di Kalsel masih sama seperti tahun sebelumnya, belum mampu naik.

Jamban apung di aliran sungai disebut menjadi salah satu penyebab kualitas air di Kalsel masih rendah.

“Jamban-jamban apung juga turut memengaruhi kualitas air kita, kami harapan bagi teman-teman sektoral yang memegang tugas dan fungsi di dalam penanganan sanitasi agar lebih lagi dalam pengentasan jamban apung ini,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Rabu (10/8/2022).

Selain jamban apung, beberapa faktor lainnya juga menjadi penyebab belum meningkatnya kualitas air, antara lain tutupan lahan masih dalam lategori sedang.

Lalu parameter mikrobiologi (Fecalcoli dan Total Coliform) yang tinggi karena sebagian besar masyarakat di bantaran sungai melakukan kegiatan MCK di sungai.

“Target pengentasan jamban apung ini di 2024, tapi kita mencoba realistis dengan kemampuan keuangan Pemkab dan pemko, dan kita mencoba skema lain dengan hibah dari APBN,” tambahnya.

Baca Juga :   RUMAH Pengedar Sabu Digerebek Polisi

Selain itu kata dia, pola hidup masyarakat yang membuang limbah domestik ke sungai, sumber pencemar dari kegiatan peternakan, perikanan, pertambangan.

“Serta industri manufaktur, hotel, rumah sakit, serta sumber pencemar lainnya dari kegiatan Non point source (pertanian dan perkebunan),” katanya.

Untuk meningkatkan kualitas air sungai Hanifah menuturkan, perlu dilaksanakan inventarisasi dan identifikasi sumber pencemar.

Agar selanjutnya diperlukan untuk pengalokasian beban pencemar yang diperbolehkan masuk ke sungai serta penetapan kelas air.

“Juga kordinasi dan sinergi antara instansi terkait, baik pemprov maupun kabupaten/kota dalam rangka pengawasan kepada para pelaku kegiatan yang menjadi sumber-sumber pencemar,” paparnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBIJAKAN WFH tak Berlaku di Pemprov Kalsel, Begini Pertimbangannya
PERKUAT PENGAMANAN Jelang Laga Barito Putra Vs PSS Sleman Lewat FGD Bersama Suporter
TIM SAR Temukan Dua Korban Jatuh dari Kapal di Sungai Barito
MELEDAK Jaringan Listirk di Jalan Kuripan Banjarmasin
PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru
TIM SAR Cari Satu Anggota Polri dan ABK Hilang di Sungai Barito
TIKET PESAWAT Mendadak Kosong, Sejumlah Warga Kalsel Tertahan di Luar Daerah
LANGKAH PSIS Semarang Dihentikan Barito Putera, Raih Tiga Poin

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 00:22

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Senin, 6 April 2026 - 21:01

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 April 2026 - 20:25

PEMERINTAH tak Akan Naikkan Harga BBM Subsidi Sepanjang Tahun 2026

Senin, 6 April 2026 - 18:10

PELESTARIAN BUDAYA BANJAR Terus Tumbuh Melalui UMKM dari Tangan-tangan Anggota Persit KCK XXVII Kotabaru

Minggu, 5 April 2026 - 22:10

JK BANTAH TUDINGAN Danai Pihak-pihak Persoalkan Ijazah Jokowi

Minggu, 5 April 2026 - 22:02

MENTAN AMRAN: Stok Beras RI Stabil 4,5 Juta Ton

Sabtu, 4 April 2026 - 21:53

BURONAN RESIDIVIS Pembunuh di Surgi Mufti Banjarmasin Diringkus di Kalteng

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Berita Terbaru

Buron pemasok sabu-sabu Andre Fernando alias Charlie alias

Hukum

BURON NARKOBA “The Doctor” Diperiksa Bareskrim

Selasa, 7 Apr 2026 - 00:22

Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). (Antara/A Rifandi)

Kaltim

OIKN: 50 Staf Wapres Mulai Berkantor di IKN

Senin, 6 Apr 2026 - 21:01

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca