Kronologi Pembakar Bendera Mirip HTI versi GP Ansor Jabar

Kronologi Pembakar Bendera Mirip HTI versi GP Ansor Jabar

Suarindonesia – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat membeberkan peristiwa pembakaran bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)saat pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN) oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Lapangan Alun-Alun Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10/2018). Aksi sejumlah anggota Banser membakar bendera mirip itu kemudian viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 02.05 menit yang tersebar di laman Youtube, pembakaran dilakukan oleh belasan anggota Banser seraya menyanyikan mars Nhahdatul Ulama (NU).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas telah mengonfirmasi peristiwa itu. Ia pun membenarkan ihwal peristiwa tersebut terjadi di Garut.

Seperti dilansir dalam CNNIndonesia.com, Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Johan Jouhar Anwari menceritakan awal mula peristiwa tersebut berdasarkan informasi yang diperolehnya setelah berkomunikasi dengan pengurus Ansor Garut dan pengurus Ansor Jawa Barat lainnya, Senin (22/10) malam.

Kata Johan, pembakaran itu tidak mungkin terjadi bila tidak ada sebabnya. Johan mengatakan pembakaran itu dipicu oleh ulah seseorang yang membawa bendera HTI. Kata dia, tidak mungkin anggota Banser membakar bendera kalimat tauhid.

“Ansor itu NU, Banser itu NU, lahir di NU tidak mungkin membakar kalimat tauhid,” katanya.

Ia mengatakan bahwa awalnya, sebelum perayaan HSN ke-3 digelar, seluruh santri dari seluruh Ormas yang ada di wilayah Kecamatan Limbangan, Garut meneken tanda tangan perjanjian untuk melaksanakan perayaan HSN damai.

Mereka sepakat agar jangan mengibarkan bendera selain Merah Putih. Kemudian seluruh Ormas meneken perjanjian itu.

Kemudian pas hari-H perayaan HSN di lapangan Kecamatan Limbangan awalnya berjalan lancar. Di lokasi, anggota Banser sedang apel pelaksanaan HSN.

“Tiba-tiba ada seorang membawa ransel dan mengeluarkan bendera HTI sambil berkoar-koar khilafah. Wajar bila kemudian anggota Banser emosi, karena sudah ada kesepakatan sebelumnya,” kata Johan.

Sejumlah anggota Banser lalu membakar bendera HTI itu. “Itu yang memicu pembakaran,” katanya.

Peserta HSN asal Cibatu itu kemudian diamankan oleh pihak yang berwajib untuk menjaga kelancaran acara.

“Orang itu tidak dipukuli, tidak diapa-apakan, langsung diamankan,” katanya.

Tapi, kemudian massa Banser membakar bendera itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Kata Johan, setelah kejadian tersebut tiga orang anggota Banser ditangkap polisi dan telah dimintai keterangan oleh polisi.

“Kami memberikan pendampingan kepada tiga orang itu, yang mendampingi dari LBH Ansor,” kata Johan.

Ketiga orang tersebut, kata Johan juga telah membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kantor polisi.

“Yang menangani Mabse Polri, tapi di-BAP di Garut,” pungkasnya. (BY/CNNIndonesia)

 218 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: