Kronologi OTT Suap DPRD Kalteng dari Bos Anak Perusahaan Sinar Mas

- Penulis

Minggu, 28 Oktober 2018 - 13:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – KPK berhasil menangkap 14 orang dari unsur anggota DPRD Kalimantan Tengah dan pihak PT Binasawit Abadi Pratama, anak usaha PT Sinar Mas Agro Resources and Technology milik Sinar Mas Group terkait dugaan suap perizinan lingkungan hidup untuk perkebunan sawit di Kalimantan Tengah.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, pada Jumat (26/10).

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, KPK melakukan kroscek ke lapangan melalul kegiatan penyelidikan hingga meiakukan tangkap tangan pada Jumat, 26 Oktober 2018 siang hingga sore di Jakarta,” jelas Laode saat konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10).

Berikut kronologi OTT KPK dalam kasus dugaan suap ini sepeti dirangkum kumparan:

Jumat, 26 Oktober 2018

Tim KPK mengecek adanya informasi pertemuan antara pihak PT Binasawit Abadi Pratama dengan Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Borak Milton, dan anggota DPRD lainnya. Dalam kesempatan itu, KPK juga mengecek rencana penyerahan uang.

Pukul 11.45 WIB

KPK mengamankan 3 orang, yaitu Tira Anastasya selaku karyawan bagian Keuangan PT Binasawit Abadi Pratama dengan dua anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Edy Rosada dan Arisavanah, di foodcourt lantai dasar salah satu pusat perbelanjaan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sesaat setelah penyerahan uang.

Dari lokasi itu, KPK mengamankan uang sejumlah Rp 240 juta yang dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam. Ketiganya kemudian dibawa ke gedung KPK

Pukul 13.30 WIB

Tim bergerak menuju gedung Sinar Mas di daerah Sudirman, Jakarta Pusat, dan mengamankan 4 pejabat Sinar Mas Grup, yaitu Edy Saputra Suradja selaku Direktur PT Binasawit Abadi Pratama dan Wadirut PT Sinar Mas Agro Resources and Technology.

Kemudian, Feredy selaku Direktur PT Binasawit Abadi Pratama, Willy Agung Adipradhana selaku CEO PT Binasawit Abadi Pratama Wilayah Kalimantan Tengah, dan Jo Daud Dharsono selaku Dirut PT Sinar Mas Agro Resources and Technology. Keempat orang itu diamankan di ruang kerja masing-masing.

Baca Juga :   PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Pukul 16.00 WIB

Tim mengamankan Borak Milton selaku Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah di sebuah hotel di daerah Gatot Subroto, Jakarta Pusat;

Pukul 19.00 WIB

Tim mengamankan Punding LH Bangkan selaku Sekretaris Komisi B DPRD Kalimantan Tengah bersama 4 anggota DPRD Kalteng lainnya di jalan di daerah Karet Bivak, Jakarta Pusat

Pukul 21.00 WIB

Salah seorang anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, berinisial ASE mendatangi gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sabtu, 27 Oktober 2018

Hingga pagi ini tim memeriksa 14 orang yang diamankan. Sementara 3 orang dari total 12 anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah

yang diketahui sedang berada di Jakarta, belum diketahui posisinya. Dari OTT kali ini, KPK juga mengamankan uang tunai senilai Rp 200 juta dalam pecahan Rp 100 ribu.

Berdasarkan gelar perkara dan pemeriksaan kasus dugaan suap ini, KPK menetapkan 7 orang sebagai tersangka. Sebagai pihak pemberi suap yakni, Edy Saputra Suradja selaku Direktur PT Binasawit Abadi Pratama dan Wadirut PT Sinar Mas Agro Resources and Technology, Willy Agung Adipradhana selaku CEO PT Binasawit Abadi Pratama Wilayah Kalimantan Tengah, dan Teguh Dudy Syamsury Zaldy selaku Manajer Legal PT Binasawit Abadi Pratama.

Sementara sebagai pihak penerima suap yakni, Borak Milton selaku Ketua Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Punding LH Bangkan selaku Sekretaris Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, dan Arisavanah, serta Edy Rosada selaku anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. (BY)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda
KARHUTLA KALSEL: TNI AU Maksimalkan Dukungan Operasi Udara
PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi
MOBIL SUV HITAM Dikejar, Diduga Tabrak Sejumlah Pengendara dan Kabur
KEMAH AKBAR Berubah Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam
SEORANG ANAK Tenggelam di Sungai Martapura
KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki
RATUSAN APD dan Masker untuk Petugas Karhutla Kalsel

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:48

KARHUTLA KALSEL: TNI AU Maksimalkan Dukungan Operasi Udara

Minggu, 6 September 2026 - 22:11

PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 22:04

MOBIL SUV HITAM Dikejar, Diduga Tabrak Sejumlah Pengendara dan Kabur

Minggu, 6 September 2026 - 21:54

KEMAH AKBAR Berubah Petaka, Dua Siswa MTs Al Furqan Tewas Tenggelam

Minggu, 6 September 2026 - 20:27

RATUSAN APD dan Masker untuk Petugas Karhutla Kalsel

Minggu, 6 September 2026 - 20:20

14 PENERBANGAN di Bandara Syamsudin Noor Terdampak Erupsi Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 19:57

4 BANDARA Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 17:26

RUDY RESNAWAN tak Kuasa Tahan Tangis, Kenang Sosok Rudy Ariffin

Berita Terbaru

Bandara Soekarno Hatta ditutup sementara untuk seluruh aktivitas penerbangan karena ada indikasi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. (Foto: Antara/M Iqbal)

Nasional

8 BANDARA Ditutup! 1.558 Penerbangan Ditunda

Senin, 7 Sep 2026 - 00:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca