KORUPSI DANA 16 M, Mantan Direktur ADCL Balangan Dihukum 8 Tahun Penjara

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Korupsi dana Rp 16 Miliar,  M.Reza Arpiansyah, mantan Direktur PT. Asabaru Daya Cipta Lestari ( ADCL), Perseroda  Balangan, akhirnya dihukum  8 tahun penjara pada persidangan  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin, Kamis, (2/10/2025).

Sidang Diketuai Majelis Hakim Cahyono Reza SH MH SH,MH didampingi dua anggota Feby Desry SH dan Herlinda SH.

Selain itu, terdakwa M. Reza dikenakan sanksi denda sebesar Rp 400 juta atau bila tidak dibayar akan diganti kurungan penjara selama 2 bulan.

Tidak hanya itu terdakwa yang didampingi Penasihat Huku,m Ernawati SH,MH dan rekan tersebut diminta agar membayar uang pengganti sebesar Rp 10 miliar dan Rp  800 juta atau bila tidak dibayar hingga perkara sudah inkrah dalam waktu sebulan akan diganti kurungan selama 4 tahun penjara.

Adapun dalam pertimbangan hukumnya majelis hakim berpendapat bahwa Terdakwa M. Reza telah secara sah dan menyakinkan bersalah melawan hukum.

Sebagaimana telah diatur dan diancam pidana melanggar pasal 2 Ayat 1 Jo. Pasal 18 Undang Nomor 20 Tahun 2001 atas perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa M.Reza sebelumnya dituntut Jaksa Penunut Umum (JPU Kejari Balangan selama 9 tahun penjara.

Untuk diketahui awalnya PT  Asabaru mendapatkan dana sebesar Rp  20 Miliar secara bertahap.

Di tengah perjalan muncul permasalahan dan hasil temuan diperoleh adanya dugaan penyimpangan sebesar Rp 16 Miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Balangan memberikan tanggapan terhadap nota pembelaan yang diajukan oleh terdakwa M. Reza Arpiansyah dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana penyertaan modal PT ACDL.

Tanggapan ini disampaikan dalam sidang lanjutan yang digelar pada,  Senin (22/9/2025) lalu

Dalam tanggapannya, JPU yang dibacakan Helmy Afif Bayu Prakarsa, SH, membantah klaim penasihat hukum terdakwa H Syahrani, SH terkait beberapa poin penting.

Pertama, mengenai pernyataan bahwa terdakwa tidak pernah mengajukan permohonan pencairan modal.

JPU menegaskan bahwa terdakwa telah menandatangani surat permohonan pencairan modal dasar senilai Rp 10 Miliar.000.000.000,00  pada  8 Desember 2022.

Surat tersebut, beserta dokumen pendukung lainnya, telah disita dan dijadikan barang bukti dalam persidangan.

Aalasan dari penasihat hukum bahwa terdakwa, bahwa tidak pernah mengajukan pencairan modal adalah alasan yang mengada-ada dan tidak berdasarkan fakta persidangan,”  ujar JPU.

Baca Juga :   SEORANG PRIA Tergeletak Tak Bernyawa dengan Wajah Berdarah

Kedua, JPU juga menanggapi pernyataan penasihat hukum mengenai belum siapnya operasional PT ACDL karena belum adanya struktur internal perusahaan.

JPU menjelaskan bahwa penyertaan modal kepada PT. Asabaru Daya Cipta Lestari (ACDL) telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 8 Tahun 2022.

Dana penyertaan modal sebesar Rp 10 Miliar telah diterima pada  23 Desember 2022.

JPU menambahkan bahwa terdakwa mengetahui belum terbentuknya struktur organisasi perusahaan, namun tidak membuat Rencana Bisnis dan Rencana Kerja serta Anggaran BUMD.

M.Reza Arpiansyah, di persidangan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Kamis (2/10/2025)

Sebaliknya, terdakwa langsung menggunakan dana tersebut untuk pemindahbukuan dan penarikan tunai, termasuk pemberian cek kepada pihak lain.

“Atas hal tersebut telah dengan terang tergambar niat jahat dari terdakwa dalam penggunaan dana penyertaan modal PT ACDL, tegas JPU sebelumnya.

Menanggapi pembelaan terdakwa M Reza Arpiansyah terkait pembebanan uang pengganti, JPU menyatakan bahwa terdakwa tidak pernah menanyakan kepada saksi-saksi mengenai aliran dana tersebut selama pemeriksaan.

Terdakwa M Reza Arpiansyah juga tidak memberikan bukti apapun untuk mendukung klaimnya.

Berdasarkan keterangan saksi dari Bank Kalsel dan Bank Mandiri serta ahli, JPU menegaskan bahwa setiap pencairan dana atas nama PT ACDL hanya memerlukan tanda tangan terdakwa selaku direktur.

Karena itu, JPU berpendapat bahwa dalil yang dikemukakan oleh terdakwa M Reza tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, Dalam nota pembelaannya terdakwa M Reza membeberkan aliran dana dugaan korupsi penyertaan modal ke PT  ACDL, ada Rp 2,65 miliar sebagai fee komitmen. Bahkan dalam pledoinya, Reza menyebut bahwa dirinya hanya menjalankan perintah.

Dengan demikian, JPU berkesimpulan bahwa dalil-dalil yang diajukan penasihat hukum dalam nota pembelaan harus dikesampingkan.  (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca