KontraS: 6 Temuan Bentrok di Seruyan

- Penulis

Minggu, 15 Oktober 2023 - 22:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalteng, membawa jenazah Gijik salah satu korban dalam bentrok antarwarga dan aparat untuk dimakamkan. (BBC Indonesia/James Watt)

Warga Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalteng, membawa jenazah Gijik salah satu korban dalam bentrok antarwarga dan aparat untuk dimakamkan. (BBC Indonesia/James Watt)

SuarIndonesia — Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merinci 6 temuan awal dalam bentrok antarwarga Bangkal, Seruyan, Kalimantan Tengah dengan aparat di wilayah PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) 1.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan pihaknya bersama organisasi masyarakat sipil lain telah menemukan bukti-bukti tindakan represif aparat dalam bentrok tersebut. Dimas menyebut eskalasi kekerasan setidaknya pecah sejak Sabtu (16/9/2023) lalu.

SATU orang korban unjukrasa yang dirawat di rumah sakit akibat terluka. (BBC Indonesia/James Watt)

“Kami menemukan sejumlah temuan yang semakin mempertebal bahwa di pengujung rezim Presiden Joko Widodo kami menemukan ketidakberpihakan terhadap hak masyarakat adat,” katanya dalam konferensi pers di Rumah AMAN, Tebet, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir CNNIndonesia, Minggu (15/10/2023).

“Corak dari rezim yang sangat pro kepentingan perusahaan dan investasi yang kerap kali melahirkan peristiwa menjadi kekerasan negara dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM),” sambung Dimas.

Temuan pertama adalah pengerahan aparat yang berlebihan untuk merespons mediasi masyarakat dengan PT HMBP. KontraS mencatat ada 440 aparat yang diturunkan dalam bentrok tersebut, mulai dari Brimob, Intelkam, Direktorat Samapta, hingga Direktorat Reserse Kriminal Polda Kalteng.

Kedua, tim masyarakat sipil menduga aparat kepolisian seringkali menembakkan senjata dengan gas air mata dan peluru secara sewenang-wenang. Korbannya adalah warga Desa Bangkal, di mana sejumlah masyarakat terluka hingga puluhan ibu dan anak trauma.

Baca Juga :   RIBUAN KOSMETIK dan Obat Impor ilegal Disita Reskrim Polresta Banjarmasin

Ketiga, KontraS mencatat puncak tindakan represif aparat adalah penembakan pada 7 Oktober 2023. Peristiwa tersebut dikatakan sebagai extrajudicial killing alias pembunuhan di luar hukum.

“Keempat, temuan kami juga menunjukkan adanya warga yang menjadi korban penangkapan, penahanan, penyiksaan, serta upaya paksa penyitaan dan penggeledahan sewenang-wenang oleh aparat,” beber Dimas.

Kelima, ia mengatakan ada kurang lebih 40 kendaraan bermotor milik warga setempat yang dirusak dan diamankan oleh aparat kepolisian. Selain itu, Dimas mengklaim sejumlah warga mengaku kehilangan harta bendanya yang ada di dalam kendaraan.

Keenam, KontraS menemukan kekeliruan pernyataan otoritas di Seruyan yang menyesatkan. Koalisi masyarakat sipil menegaskan korban jiwa tewas imbas peluru tajam dari aparat, bukan peluru karet.

“Polda menyampaikan semua sudah dilakukan secara prosedural bahwa polisi hanya dibekali gas air mata, peluru hampa, dan karet. Itu membantah fakta penembakan terjadi menggunakan senjata api peluru tajam yang menimbulkan korban jiwa. Ini upaya penyangkalan dari polisi, terutama kewajiban menginvestigasi secara jelas,” tandasnya. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI
DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar
DISERAHKAN SK PENETAPAN dari DPP untuk Kepengurusan DPD PAN se-Kalsel
HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI
DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti
SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan
DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang
STOK BBM Indonesia Aman karena Punya Sumber Minyak Baru
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 23:07

WALI KOTA BANJARBARU Sertakan Rombongan Lurah dan Camat ke Kementerian LH RI

Kamis, 2 April 2026 - 22:15

DUA TERDAKWA di BRI Cabang Tabalong “Telah Meraup” 4,8 Miliar

Kamis, 2 April 2026 - 21:58

PEREMPUAN BERBAJU MERAH Kebingungan Motornya Mogok di Tengah Padat Arus, Kasat Lantas Sigap Mendorong

Kamis, 2 April 2026 - 21:41

AKSI KAMISAN di Tengah Guyuran Hujan dengan Pengawalan – Pelayanan Polresta Banjarmasin

Kamis, 2 April 2026 - 21:22

UNISKA MAB Tambah Guru Besar, Rektor Zainul Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor ke-17

Kamis, 2 April 2026 - 16:22

NENEK SIMPAN JASAD Putrinya dalam Freezer

Kamis, 2 April 2026 - 13:08

HANTARKAN ASPIRASI, Sekaligus DPRD Kalsel Berdialog dengan DPR RI

Rabu, 1 April 2026 - 23:53

DUA PEMAIN SABU Disergap Polisi, Sempat Membuang Barang Bukti

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca