KONSOLIDASI UMKM, “Kaya Paku Lantak dI Papan”

- Penulis

Senin, 10 Maret 2025 - 16:39

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Seandainya UMKM itu entitas organisasi, maka kasus “Mama Khas Banjar” yang mengalami kriminalisasi, dapat menjadi momentum dalam melakukan konsolidasi.

Terutama tentang pentingnya membangun organisasi UMKM, agar menjadi entitas yang kuat menghadapi berbagai tantangan, termasuk tindakan kriminalisasi.

Apalagi di tengah ketidakpastian hukum, banyaknya aparat korup yang mudah dibeli, dan keadilan yang diperdagangkan, sehingga hukum tidak pernah benar-benar tegak.

Maka memperkuat diri dalam satu organisasi, menjadi satu keniscayaan.

Di zaman seperti ini, menjalani hidup, termasuk mengarungi persaingan UMKM yang tidak tahu siapa kompetitor sesungguhnya, apakah sesama UMKM?.

Apakah institusi negara?. Apakah aparat hukum yang ingin turut berbisnis?. Atau pihak siapapun yang tidak kelihatan bentuk aslinya.

Menghadapi itu semua, kebudayaan Banjar memberikan nasehat yang sangat arif, “kaya paku lantak di papan”.

Lantak berarti tenggelam, menyatu, berkhidmat. Bermakna, bila ingin menggeluti UMKM, harus tenggelam menyatu dengan UMKM lainnya.

Berkhidmat secara sungguh-sungguh, mematuhi segala ketentuan yang sudah ditetapkan.

Lantak berubah menjadi kata kerja, balantak, menggambarkan kesungguhan, tidak setengah-setengah, kada cacap igut atau panas-panas tahi ayam.

Kalau sudah yakin, geluti dengan segala kesungguhan, apapun tantangan dan hambatannya.

Bila ingin maju dan muncul, maka haruslah maju secara bersama. Jangan muncul sendirian, nanti dianggap mengganggu.

Baca Juga :   KAPOLDA KALSEL : 'Cegah Praktik tidak Terpuji', Penerimaan Anggota Polri Transparan dan Gratis

Seperti halnya paku yang muncul (cungul pada papan), dipukul orang yang tidak suka.

Karena itu organisasi sebagai wadah bersama, sangatlah penting.

Jangan maju sendiri-sendiri, nanti dipukul seperti paku yang “cungul” di papan.

Dianggap mengganggu, disangka mengancam, sehingga yang tidak suka akan memukul dengan segenap kekuatan, kekuasaan, dengan hukum yang bisa diatur sesukannya, bahkan melalui aparat yang mau menjual murah keadilan.

Kalau UMKM bersatu melalui organisasi yang dibangunnya sendiri, kasus seperti halnya Mama Khas Banjar, tidak akan terjadi.

Kalau pun terjadi, tidak akan sampai berujung kriminalisasi, karena Pemda akan sigap melindungi.

Politisi akan peduli, dan bahkan menjadi tameng terdepan, karena terkait konstituen dan isu populisme.

Layak menjadi pembelajaran, untuk memikirkan organisasi UMKM seperti apa yang dapat menjadi wadah bersama membangun solidaritas.

Oleh: Noorhalis Majid/ Ambin Demokrasi)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar
PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam
DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah
DIGELEDAH Dinkes Banjar, Puluhan Dokumen dan Satu Alat Bukti Elektronik Disita
PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu
PELESTARIAN Naskah Kuno Warisan Budaya Banua
KERIBUTAN di Teluk Masjid Berakhir Damai Lewat Musyawarah
DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:35

KONTROVERSI Pelibatan Babinsa dalam Mengawasi Kepatuhan Wajib Pajak Dikritik – ‘Bisa Menggerus Kepercayaan’

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05

PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:49

DILIBATKAN BPBD Dua Sekolah di Balangan dalam MPLS

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:57

CERITA FOTO IKONIK Lionel Messi Memandikan Lamine Yamal saat Bayi

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:12

EDUKASI Pelajar SMPN 2 Banjarmasin Lewat Program Police Goes To School

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:56

DIPICU SUARA KNALPOT, Pedagang Gorengan Bunuh Seorang Pemuda di Hadapan Sang Istri

Berita Terbaru

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel M Fitri Hernadi. (Foto: ANTARA/Tumpal AA)

Bisnis

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:52

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca