KONFLIK PD Baratala dengan PT BTG “Dilayangkan” Surat Tembusan ke Kapolda Kalsel, Permasalahan Awal Termuat Pula Pertemuan dengan Kapolres Tala

SuarIndonesia – Tak kunjung tuntas konfilik PD Baratala dengan PT BTG hingga “dilayangkan” surat tembusan ke Kapolda Kalsel, dan permasalahan awal ini termuat pula kalau sebekunnya ada pertemuan dengan Kapolres Tala (Tanah Laut).
Dari semua, kini Kuasa Hukum PT BTG  (Bimo Taksoko Gono), Sinar Bintang Aritonang telah menyerahkan surat ke Setum Polda Kalsel dengan memperlihatkan surat tanda terima.
Dari keterangan, Senin (12/9/2022) semua menyusul konflik PD (Perusahaan Daerah) Baratala Tuntung Pandang (Baratala) dengan mitra kerjanya

Diketahui, PT BTG, adalah perusahaan yang bergerak dalam penambangan biji besi di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), da ini ini yang ikut menyeret Kapolres.

Sinar Bintang Aritonang telah mendatangi Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, pada Jumat (9/11/2022) .

Kedatangan pengacara dari Firma Stevie law firm and partner, yang berkantor di Cilandak Barat Jakarta Selatan, mengantarkan surat tembusan ke Kapolda Kalsel.

Surat itu berisi permohonan pengembalian surat surat tanah asli dari klien nya yang ditujukan ke Kapolres Tala.

Dalam surat yang ditembuskan ke Kapolri, Irwasum, Kapolda dan Irwasda Kalsel itu, pihak BTG melalui kuasa hukumnya Sinar Bintang Aritonang meminta Kapolres Tala menjelaskan soal peminjaman surat asli sporadik (surat penguasaan fisik sebidang tanah) atas nama Arifin.

Yakni surat perjanjian lahan asli yang dibuat di notaris Noor Hasanah SH. “Surat yang dipinjam Reskrim Polres Tala yang bernama Sulaimi sekitar tahun 2006 lalu” jelas Aritonang pada awak media.

Dan hingga saat ini sambung Aritonang tidak ada kejelasan terhadap kliennya Bambang Trigunadi (Dirut PT BTG) .

Aritonang memaparkan, pada 30 Agustus 2022 Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto menyatakan surat surat kliennya tersebut menjadi barang bukti di Kejari Tala

“Sedangkan terakhir kali Ipda Sulaimi”Sedangkan terakhir kali Ipda Sulaimi mengatakan kepada klien kami dan Kasat Reskrim Polres Tala AKP Hasanudin melalui telpon mengatakan surat surat klien kami ada di Pengadilan Negeri Tala” sebutnya lagi.

Berangkat dari itulah PT BTG melalui kuasa hukumnya meminta kejelasan surat surat itu dimana keberadaannya dan minta dikembalikan .

Karena tambah Sinar Bintang Aritonang surat surat itu dipinjam anggota Kapolres Tala AKBP Rofikoh Yunianto yang pada 2006 lalu masih menjabat Kasat Reskrim Polres Tala berpangkat Iptu .

Seperti diketahui kisruh PT BTG dengan PD Baratala belum menunjukan titik temu Kekecewaan PT BTG diawali setelah kurang lebih 15 tahun bekerja sama.

Ini menyusul tidak diperpanjangnya Surat Perintah Kerja (SPK) dari PD Baratala.

Sisi lain informasi adanya tanggapan dari  Kapolres Tala), AKBP Rofikoh Yunianto  terhadap pihak investor tambang PT BTG untuk membuktikan semua tudingannya

Pasalnya pula, dari kuasa hukum PT BTG, Sinar Bintang Aritonang SH, di hadapan sejumlah sebelumnya membeberkan, jika informasi yang pihaknya dapatkan, berasal dari anak buah (Kapolres Tala, red) sendiri, berinisial S yang disaksikan oleh R.

Tapi, sambungnya, terlepas itu, pihak PT BTG juga tetap permisi ke Kapolres Tala, untuk melakukan aktivitas penambangan bijih besi di Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin.

“Ada dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dengan Kapolres dilakukan oleh Ibu Aini selaku komisaris PT BTG bersama dengan kuasa direksi, lantaran waktu itu PT BTG selalu tak bisa melakukan aktivitas menambang,” terangnya.

Sedang terkait bukti surat tanah milik kliennya, yang dijadikan barang bukti sitaan ke Kejaksaan Negeri Tala, kuasa hukum PT BTG, balik mempertanyakan, kapan kasusnya disidangkan, dan apa keputusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pelaihari.

“Ini penting, sebab klien saya, yakni Dirut PT BTG, Bambang Tri Gunadi, sama sekali tak pernah merasa disidangkan,” tegas Aritonang. (*/HM/ZI)

 526 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!