KONFLIK Iran-Israel, MUI Serukan Indonesia jadi Wasit Perdamaian

- Penulis

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan saat ditemui di Kantor Pusat MUI Jakarta, Selasa (24/6/2025) untuk menanggapi konflik Iran-Israel. (ANTARA/Lintang B Prameswari)

Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan saat ditemui di Kantor Pusat MUI Jakarta, Selasa (24/6/2025) untuk menanggapi konflik Iran-Israel. (ANTARA/Lintang B Prameswari)

SuarIndonesia — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan Indonesia sebagai negara non-blok untuk menjadi wasit yang memelopori perdamaian atas konflik Iran-Israel dan mendukung gencatan senjata untuk perdamaian sepenuhnya.

“Untuk Pemerintah Indonesia, saya meminta dan menyerukan karena Indonesia pelopor negara non-blok bersama India dan negara-negara lain, kita ini punya posisi penting sebagai wasit untuk menyerukan perdamaian,” kata Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Ia menekankan pentingnya perdamaian karena perang selalu merugikan seluruh pihak, tidak hanya kedua negara yang berkonflik. Untuk itu, ia juga menyerukan pentingnya gencatan senjata.

“Kalau terus menerus perang itu yang rugi kita semua, bayangkan kalau perang berkepanjangan, ekonomi kita gonjang-ganjing, harga minyak gonjang-ganjing, dolar gonjang-ganjing, jadi berhentilah melakukan peperangan, dan pada waktu tertentu segeralah melakukan gencatan senjata,” tutur Amirsyah dilansir dari AntaraNews.

Amirsyah juga menegaskan pentingnya dunia internasional memberi hukuman seberat-beratnya kepada Israel dan sekutu-sekutunya yang telah melakukan kejahatan genosida kepada masyarakat Iran maupun Palestina.

“Ketika Israel bersama sekutu Amerika dan negara lain melakukan genosida, itu sebuah kezaliman yang luar biasa, tidak boleh dibiarkan oleh negara manapun. Jadi, apa yang dilakukan oleh Iran menurut saya sudah pantas harus kita dukung karena ini membela hak-hak kemanusiaan, harkat dan martabat kemanusiaan yaitu masyarakat Palestina yang sudah hampir dua tahun dizalimi oleh zionis Israel,” paparnya.

Ia juga menegaskan, untuk melawan kezaliman, sesuai dengan sunnah dalam Al Quran dan hadits, apapun agama, suku, maupun negaranya, wajib bersatu untuk memperjuangkan martabat kemanusiaan.

Baca Juga :   MASYARAKAT tidak Boleh Main Hakim Sendiri

“Apapun agama, suku, maupun negaranya wajib bersatu karena kezaliman ini sudah keterlaluan. Ada sebuah ungkapan mengatakan, kalau kita mau menang untuk memperjuangkan harkat dan martabat kemanusiaan, maka kuncinya harus bersatu, karena dengan bersatu kita kuat, jika kuat kita bisa melawan kezaliman dan kesewenang-wenangan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani mengimbau Iran dan Israel untuk sama-sama melakukan gencatan senjata agar penyelesaian konflik dapat diupayakan melalui jalur perdamaian.

“Terkait situasi yang sekarang sedang terjadi, tentu saja kami mengimbau adanya gencatan senjata di antara kedua pihak yang sedang berperang sehingga bisa segera menyelesaikan situasi tersebut dengan tentu saja damai,” kata Puan.

Menurut Puan, apabila perang antara Iran dan Israel terus berlangsung berkepanjangan maka dikhawatirkan akan menambah deret panjang masyarakat sipil yang menjadi korban.

“Karena akan menyebabkan yang paling menjadi korban adalah masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak,” ucapnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi
DIGRATISKAN 19 LAYANAN Pencatatan Hak Cipta
BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1
LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca