Ketua Seknas Prabowo Bantah Arahkan Warga Acungkan Dua Jari ke Jokowi

- Penulis

Minggu, 6 Januari 2019 - 23:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik menyebut merupakan hati nurani rakyat yang menyalamkan Jokowi dengan salam dua jari. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)

Suarindonesia – Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mohamad Taufik membantah jika ada tim di kubu Prabowo-Sandi merekayasa masyarakat untuk sengaja mengacungkan dua jari ke calon presiden nomor urut satu Joko Widodo.

Hal tersebut menanggapi beredarnya foto dan video sekumpulan massa di salah satu daerah yang menyambut kehadiran Jokowi dengan acungan dua jari. Acungan dua jari sendiri saat ini identik dengan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua Prabowo-Sandi.

“Tidak ada settingan, itu kan aspirasi masyarakat. Emang maunya begitu. Ribet amat kami nyeting begitu,” kata Taufik di kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Jakarta, Minggu (6/1).

Taufik pun mengklaim, apa yang terjadi merupakan keinginan langsung dari masyarakat yang sesuai hati nuraninya sendiri. “Jadi itu langsung dari masyarakat, nuraninya sendiri yang ingin mereka sampaikan,” kata Taufik.

Taufik kembali mengklaim, bahwa fenomena tersebut tidak hanya di daerah tertentu. Di wilayah lain seperti Jawa Tengah, masyarakat sudah mulai berani untuk terang-terangan mendukung Prabowo-Sandi.

Dia mengatakan, hal ini terlihat sejak BPN membuka posko-posko di Jawa Tengah, di mana banyak masyarakat yang ingin daerahnya juga dibuat menjadi kantor pemenangan Prabowo-Sandi.

“Saya kira sekarang semua daerah bangkit. Apalagi di Jawa Tengah, sekarang udah ada keberanian muncul setelah kami siapkan kantor seknas. Muncullah di beberapa kabupaten yang ngusulin untuk dijadiin kantor pemenangan,” kata Taufik.

Sementara itu Direktur Program Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima menanggapi santai soal beredarnya foto itu.

Baca Juga :   ANAK harus Dilindungi dari Promosi Vape di Medsos

Aria pun menduga massa tersebut telah diatur dan sengaja mengacungkan dua jari ketika Jokowi datang.

“Walah, model beberapa kali itu,” ujar Aria melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (6/1).

Namun, Politikus PDI Perjuangan ini memaklumi aksi massa tersebut. Oleh sebab itu ia mengaku tak akan meresponsnya secara berlebihan.

Sebelumnya, beredar foto dan video yang menunjukkan sejumlah massa mengacungkan dua jari yang disebut terjadi ketika Jokowi berkunjung ke Ponorogo. Namun belakangan ada sejumlah kalangan yang menganggap peristiwa itu terjadi bukan di Ponorogo, melainkan telah direkayasa sedemikian rupa agar seolah-olah terjadi saat kunjungan Jokowi ke Ponorogo.

Mantan Gubernur DKI itu diketahui tengah melakukan kunjungan kerja dan membagikan 2.500 sertipikat tanah kepada warga di Ponorogo.

Dalam foto dan video yang beredar juga terlihat sejumlah anak sekolah dengan seragam Pramuka turut mengacungkan simbol dua jari. Mereka menyambut kedatangan Jokowi di pinggir jalan.

Jokowi pada Jumat (4/1) berkunjung ke Ponorogo untuk melakukan sejumlah kegiatan di kabupaten tersebut. Selain mengecek sejumlah proyek, Jokowi pada saat itu juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan
KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus
BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif
8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung
2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat
KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif
RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang
SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:36

8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Selasa, 29 September 2026 - 21:10

RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 14:52

SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri

Selasa, 29 September 2026 - 13:09

TEREKAM CCTV, Pencuri Motor Diringkus Satreskrim Polresta Banjarmasin

Berita Terbaru

Headline

TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas

Rabu, 30 Sep 2026 - 14:06

Ketua Umum Perempuan Aman Devi Anggraini (kiri), Dewan Pakar Perempuan Aman Arimbi Heroepoetri (kedua kiri), Dewan Nasional Perempuan Aman dari Kalimantan Isnah Ayunda (ketiga kiri), dan Pengurus Harian Komunitas Perempuan Aman Sawesuma Novilla Maria Aru (kedua kanan) dalam media gathering Temunas IV Perempuan Aman, di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:09

Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kapolda Kalteng. (Foto: HO-Polda Kalteng)

Kalteng

PENEGAKAN HUKUM 130 Laporan Karhutla Kalteng

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:01

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca