Keterlambatan Administrasi, Dana BOS SD dan SMP Tak Terserap Rp5 Miliar

- Penulis

Kamis, 24 Januari 2019 - 17:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Keterlambatan dalam penyelesaian administrasi, sekitar Rp5 miliar dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari SD dan SMP akhir tahun 2018 tak terserap. Dana tersebut menjadi silpa dan harus dikembalikan ke pusat.

“Memang di akhir triwulan yang tidak dalam penyerapan BOS sehingga dana menjadi silpa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Drs H Totok Agus Daryanto, Kamis (24/01), di Banjarmasin.

Totok mengatakan, dana BOS tak terserap maksimal dikarenakan terkendala waktu penyelesaian laporan yang sangat pendek. Pada triwulan terakhir tersebut, peluncuran administrasi dari pusat yang juga sangat terlambat sehingga waktu pelaksanaan laporan penggunaan keuangan BOS sangat sempit. “Pada akhir triwulan tersebut, peluncuran terjadi keterlambatan sehingga rentan penyelesaian administrasi pendek dan tergesa-gesa,” tutur Totok.

Misalnya, lanjutnya, pada catur ke 4 peluncuran administrasi BOS pada 20 Desember sedangkan target penyelesaian 28 Desember. Artinya hanya 8 hari untuk menyelesaian laporan penggunaan keuangan BS dalam waktu tiga bulan.

“Tapi mungkin juga karena menjelang akhir tahun dan masuk libur tersebut, pelaksanaan penyelesaian laporan BOS tersebut juga terlena,” ujarnya.

Kondisi ini sering terjadi sehingga Disdik sempat menanyakan kepada Kementerian Pendidikan namun tidak ada tanggapan. “Pada dasarnya keterlambatan ini tak ada sangkut pautnya terhadap pemko, dan ini tergantung kinerja masing-masing orang,” jelasnya.

Baca Juga :   SENGKETA PELAYANAN Ketenagalistrikan Bergulir “ke Meja Hijau” PTUN Banjarmasin

Totok pun memastikan dengan tidak terserapnya dana BOS tersebut tidak mempengaruhi kucuran dana BOS tahun berikutnya. “Karena dana yang tak terserap itu dikembalikan ke pusat namun juga akan diberikan lagi ke sekolah sebagai pendukung anak sekolah. Artinya dana tidak hangus dan masih bisa digunakan di tahun berikutnya,” jelasnya.

Sementara untuk dana BOS yang diterima Banjarmasin sebanyak R38 miliar untuk tingkat SD, masing-masing siswa dihitung Rp800 ribu. Sedangkan pada tingkat SMP sebesar Rp15 miliar untuk tingkat SMP dan setiap siswa dihitung sebesar Rp1 juta. Pencairan dana BOS tersebut dilakukan per triwulan yakni triwulan pertama 40 persen, triwulan ke 20 persen, triwulan ketiga 20 persen dan triwulan keempat 20 persen.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RATUSAN ASN se Kalsel Penguatan Pertahanan Negara
KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:46

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Minggu, 1 November 2026 - 21:56

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:13

TNI AU Pantau Perkembangan Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Kalsel

RATUSAN ASN se Kalsel Penguatan Pertahanan Negara

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:11

Kalsel

DIGANTI, Jabatan Stategis Dirlantas Polda Kalsel

Senin, 2 Nov 2026 - 21:46

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56