Suarindonesia – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banjarmasin menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi masyarakat di wilayah Kelurahan Kertak Baru Ilir, Selasa (23/7/2019) yang membuka bahwa 2020 akan diselenggarakan Pemilihan Walikota dan Pemilihan Gubernur Kalsel.
Kegiatan dengan mengusung tema Pendidikan Politik Melalui Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan ini diikuti 60 peserta, dari berbagai lapisan masyarakat baik tokoh agama, maupun pemuda di lingkungan sekitar dan menghadirkan narasumber dari KPU dan akademisi.
Ia mengatakan, masyarakat menyalurkan aspirasinya untuk mensuksekan Pilwali dan Pilgub.
“Kalau Pileg dan Pilpres 2019 tingkat partisipasi pemilih sudah 78 persen diharapkan pada Pilwali dan Pilgub 2020 melampui capaian partisipasi dalam pelaksaan kegiatannya,’’ ucap Kepala Kesbangpol Banjarmasin, Drs HM Kasman, di sela-sela membuka kegiatan sosialisasi pendidikan politik bagi masyarakat di wilayah Kelurahan Kertak Baru Ilir, Selasa (23/7/2019) siang.

Mantan Kadishub Kota Bajaramsin ini mengatakan, pendidikan politik bagi masyarakat ini memang merupakan program dari Kesbangpol yang dilaksanakan secara terus menerus. Sebagai sarana untuk memberi pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya keterlibatan mereka dalam pelaksanaan pemilu khususnya.
“Ini memang kewajiban kami sebagai pemerintah. Tidak hanya parpol yang diberi arahan. Tapi juga masyarakat harus diberikan pendidikan agar mereka paham,” ujarnya.
Terlebih dalam waktu dekat pemilihan kepala daerah juga segera dilaksanakan. Diharapkan keterlibatan masyarakat khususnya di Banjarmasin untuk mensukseskan pemilu bisa terus dipertahankan, bahkan kalau bisa lebih ditingkatkan lagi.
“Berdasarkan data dari KPU, keterlibatan masyarakat di pemilu kemarin sudah baik. Sudah 78 persen pemilih datang ke TPS untuk mencoblos. Diharapkan dengan adanya kegiatan semacam ini di pilkada nanti bisa 100 persen,” harapnya.
Kemudian yang perlu diketahui masyarakat juga terkait pemilu di 2025 nanti. Sebab dari roadmap pelaksanaannya pelaksanaan pemilu kemungkinan dilakukan secara serentak.
“Kalau 2019 ada 5 surat suara yang dicoblos. 2025 nanti kemungkinan 7 surat suara,” katanya.
Sehingga diharapkan dengan pelaksanaan sosialisasi yang dilaksanakan pihaknya tersebut hal itu sudah bisa diketahui dan dipahami masyarakat. Agar ke depan masyarakat tak terkejut lagi.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















