SuarIndonesia – Investor asal Dubai menawarkan pembangunan transfortasi kereta gantung di Kalsel.
Panjang rutenya mencapai 40 kilometer, dari Banjarmasin sampai Martapura.
Nilai investasi juga cukup besar. Mencapai 15 triliun. Kereta gantung yang ditawarkan berupa gandola yang menggantung dan berjalan menggunakan kabel.
Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor, mengatakan, investor asal Dubai sedang melakukan studi kelayakan untuk menghitung nilai ekonominya
“Kalau memang terbangun, akan menjadi satu-satunya kereta gantung di Indonesia. Setelah Spanyol. Mereka juga masih menghitung nilai bisnisnya,” sebutnya.

Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor
Rutenya dari Banjarmasin menuju Bandara Syamsudin Noor, kemudian ke Banjarbaru hingga Martapura. Panjangnya sekitar 40 kilometer.
Pembangunan kereta gantung kemungkinan memerlukan biaya hingga Rp 15 triliun.
“Nilainya hampir sama dengan kereta konvensional di darat yang banyak memakan biaya pembebasan lahan,” paparnya.
Ia menyebut, pembangunan kereta gantung ini sepenuhnya dibiayai oleh investor.
“Kami sudah melakukan beberapa ekspose bersama,”imbuhnya.
Pembangunan kereta gantung ini diakui Ariadi, bukan pemprov yang mengajukan permohonan, melainkan tawaran dari pihak investor.
” Mungkin mereka melihat pemandangan di Kalsel ini indah, terdapat banyak sungai dan perbukitan,” ucapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















