KEPALA Basarnas: Area Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny Dikosongkan

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 22:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (duduk memegang mic) saat memberikan keterangan terkini terkait korban Ponpes Al Khoziny, di Sidoarjo, Rabu (1/10/2025). (ANTARA/Fahmi Alfian)

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (duduk memegang mic) saat memberikan keterangan terkini terkait korban Ponpes Al Khoziny, di Sidoarjo, Rabu (1/10/2025). (ANTARA/Fahmi Alfian)

SuarIndonesia — Kepala Basarnas Mohammad Syafii meminta masyarakat dan pihak-pihak di luar tim SAR gabungan untuk mengosongkan area reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, guna menjaga konsentrasi dan efektivitas operasi penyelamatan.

“Bukan berarti kami tidak ingin masyarakat atau media melihat langsung, tetapi karena kami sedang menggunakan teknologi pendeteksi korban hidup, maka area harus clear agar alat dapat bekerja optimal,” katanya dalam rekaman suara konferensi pers yang diterima di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Di hadapan puluhan pewarta di tenda media center darurat itu, Syafii menjelaskan bahwa penanganan operasi SAR dilakukan dengan metode khusus, karena struktur bangunan runtuh berbentuk “pancake collapse”, yakni tumpukan material beton yang saling menindih.

Basarnas selaku kepala operasi mengerahkan 379 personel dari 65 instansi yang tergabung dalam operasi SAR gabungan.

Untuk mendeteksi korban, Basarnas menggunakan peralatan modern, seperti drone thermal, detektor suhu tubuh, dan sistem pencarian berbasis teknologi.

Namun, ia mengakui kondisi lapangan sangat menantang. Struktur bangunan yang rapuh, getaran kecil, dan galian sempit selebar 60 sentimeter menjadi kendala utama. Selain itu, reruntuhan berasal dari fondasi lama yang berpotensi longsor saat digali.

“Lalu, kalau terlalu banyak orang di lokasi, alat-alat ini tidak bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.

Syafii menegaskan operasi pencarian dan penyelamatan masih berfokus pada mengejar golden time 72 jam, periode krusial untuk menyelamatkan korban dalam kondisi hidup, sementara saat ini sudah memasuki hari ketiga operasi diambang waktu kritis 72 jam.

Tim gabungan juga sudah berupaya menyalurkan suplai berupa minuman, vitamin, bahkan infus kepada korban yang berhasil dijangkau. Berdasarkan data sementara tim di lapangan ada sebanyak 15 orang santri yang terdeteksi ada di bawah runtuhan.

“Basarnas bekerja profesional dengan standar internasional. Setiap perkembangan akan kami laporkan secara berkala melalui SAR Mission Coordinator di lapangan,” kata Syafii.

Posisi santri sudah kian terhimpit di bawah runtuhan beton

Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, Basarnas mengungkapkan kondisi sejumlah santri yang masih tertimbun reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny semakin kritis karena posisi tubuh mereka kian terhimpit beton.

“Kami menemukan satu korban masih bisa merespons suara, tetapi posisinya sudah sangat sempit. Bordes bangunan yang runtuh turun signifikan 10–12 sentimeter, sehingga ruang gerak korban semakin terbatas,” kata Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer, dalam rekaman suara konferensi pers yang diterima di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga :   BGN Bentuk Tim Investigasi Kasus Keracunan MBG

Dihadapan puluhan pewarta di tenda media center darurat itu, Emi menjelaskan bahwa pola runtuhan bangunan berbentuk “pancake collapse” menyulitkan tim SAR untuk menembus ruang sempit di antara kolom utama. Maka walaupun sudah menggunakan peralatan berteknologi modern akses menuju lokasi korban sangat terbatas.

“Dari 15 titik yang sudah teridentifikasi, delapan berstatus hitam (tidak responsif) dan tujuh masih merah (masih ada respons). Tantangan kami adalah bagaimana mempertahankan nyawa korban, dengan kondisi struktur yang rapuh,” ujarnya.

Basarnas bersama 375 personel gabungan tetap mengutamakan fase “golden time” 72 jam untuk penyelamatan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (tengah) bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kanan) dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (kiri) saat mengunjungi keluarga korban Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Rabu (1/10/2025). (ANTARA/Fahmi Alfian)

Mensos apresiasi kerja cepat Basarnas

Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi kerja cepat Basarnas dalam mengevakuasi korban selamat dalam musibah robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Kami menyaksikan sendiri bagaimana kepala Basarnas dan tim bekerja sungguh-sungguh. Itu patut diapresiasi,” kata dia setelah menyaksikan langsung proses evakuasi seorang korban selamat dari musibah itu bernama Haikal di Ponpes Al-Khoziny Buduran di Sidoarjo, Rabu (1/10/2025).

Ia tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB disambut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Gus Ipul –sapaan akrab Mensos Syaifullah Yusuf — yang mengenakan helm pengaman tampak berdialog dan memberi semangat kepada tim SAR bekerja dengan penuh kehati-hatian di tengah reruntuhan beton bertulang.

Ia mengatakan medan yang berat membuat penyelamatan harus dilakukan dengan hati-hati, terlebih di bawah reruntuhan diperkirakan masih ada beberapa santri yang terjebak. (*/ut)

 

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia
KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka
PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab
DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin
POLISI-WARGA Penataan Eks Terminal Sentra Antasari dan Bersihkan Kawasan Pasar
PARKIR LIAR di Titik Rawan Kemacetan Ditertibkan
PATROLI Dini Hari Titik Rawan Balap Liar di Banjarmasin, Tindak 26 Pelanggar
FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:51

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:38

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:15

POLISI-WARGA Penataan Eks Terminal Sentra Antasari dan Bersihkan Kawasan Pasar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:00

PATROLI Dini Hari Titik Rawan Balap Liar di Banjarmasin, Tindak 26 Pelanggar

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:36

DPRD KALSEL Dorong Program Rumah Layak Huni, Ribuan Unit BSPS Disiapkan 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:56

MAERAUNG Fight Tournament Volume III 2026

Berita Terbaru

Kab. Banjar

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:52

Kalsel

DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Sabtu, 25 Jul 2026 - 16:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca