Suarindonesia – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Temu Tokoh Raja Sultan, Datu, Pelingsir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan, dan Ormas Bidang Kebudayaan di Daerah dalam gelaran bertajuk Gelar Seni Budaya dan Dialog Kebudayaan, Kamis (25/7/2019) di Sasono Adiguna, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Tujuannya untuk merajut Bhinneka Tunggal Ika dan membangun harmoni kebangsaan untuk Indonesia sejahtera.
Sebanyak 98 tokoh, raja, sultan, datu, pelingsir, pemangku adat istiadat, budayawan, dan ormas bidang kebudayaan di daerah diundang dalam gelaran bertajuk Gelar Seni Budaya dan Dialog Kebudayaan tersebut. Mereka mewakili berbagai unsur.
Seperti Forum Silaturrahmi Keraton Se Nusantara (FSKN) yang dipimpin Sultan Banjar Sultan Khairul Saleh Al Mu’thasim Billah selaku Ketua Umum. Begitu juga lembaga Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS) yang juga dikoordinir Sultan Banjar sebagai Sekretaris Agung juga ikut hadir dengan yang diwakili anggotanya.

Lembaga lainnya juga diundang, di antaranya Majelis Adat Budaya Keraton Nusantara (MADUKARA), Pemanah Rasa Nusantara (YAPARANUS), Yayasan Raja Sultan Nusantara (YARASUTRA), Yayasan Kedaton Nusantara, dan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut sejumlah nara sumber tampil. Seperti Dirjen Politik dan PUM yang membawakan materi Peranan Raja Sultan, Datu, Pelingsir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan, dan Ormas Bidang Kebudayaan di Daerah dalam Merajut Kembali Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Kemudian Dirjen Kebudayaan Kemendikbud membawakan materi Peranan Raja Sultan, Datu, Pelingsir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan, dalam Kemajuan Kebudayaan.

Nara sumber lainnya adalah Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie SH dengan materi Konstitusionalisme Masyarakat Hukum Adat dan Tradisi Kebudayaan Nusantara. Selanjutnya, Direktur Utama TMII yang membawakan materi Melestariian Budaya Nusantara. Dan terakhir Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya dengan materi Penguatan Kelembagaan Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kebudayaan dalam Memberikan Sumbangsih Kearifan Lokal.
Diminta komentarnya soal gelaran ini, Sultan Khairul Saleh mengapresiasi langkah Kemendagri dalam hal ini Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum untuk membangun harmoni kebangsaan dan merajut kembali persatuan dan kesatuan bangs.
“Raja, Sultan, Pelingsir, Datu, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan dan Organisasi Kebudayaan berperan penting untuk turut serta membangun harmoni kebangsaan dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera,” kata Sultan Khairul Saleh.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















