Suarindonesia – Sebagaimana keinginan Gubernur Sahbirin Noor untuk menjadikan cucu Sultan Adam tersebut Pahlawan Nasional, maka Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) melakukan pengkajian ulang untuk mencari bukti baru bahwa Pangeran Hidayatullah berjuang hingga akhirnya dibuang ke Cianjur Jawa Barat.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Siti Nuriyani menjelaskan, sebelum pengkajian pihaknya bersama peneliti Balitbangda bertadang ke Makam Pangeran Hidayatullah di Cianjur.
Menurutnya, tugas utama pemprov harus bisa membuktikan bahwa Pangeran Hidayatullah tidak menyerah.
“Kita harus bisa membuktikan bahwa beliau tidak menyerah tidak melarikan diri.
Yang paling penting kita bisa membuktikan bahwa beliau ditangkap karena ditipu Belanda dan akhirnya dibuang ke Cianjur.
Kalau beliau ditipu, kami yakin usulan Pahlawan Nasional bisa diterima.
Saat ini kajian ada di Balitbangda, kalau kajian sudah selesai nanti usulan ke Kementerian Sosial melalui kami,” ujar Nuriyani, Rabu (27/6) lalu.
Sementara itu, Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin menambahkan, saat ini para peneliti sedang melakukan pengumpulan data-data dan catatan sejarah.
Ia menyebut, kajian tersebut akan selesai antara Bulan Agustua dan September.
Amin mengatakan, tugas para peneliti menyusun novum atau bukti baru bahwa yang dikatakan sebagian orang Pangeran Hidayatullah menyerah tidaklah benar.
“Bukti-bukti catatan, arkeologi, dan sebagainya harus dikumpulkan.
Kita tentunya harus mengajukan bukti baru atau sanggahan terhadap anggapan Pangeran Hidayatullah menyerah kepada Belanda,” bebernya.
Di sisi lain, Pangeran Yusuf selaku keturuan Pangeran Hidayat mengemukakan, bukti Pangeran Hidayatullah tidak menyerahkan diri tertuang dalam tulisan wartawan Belanda, W. A. van Rees. Selain van Rees, ujar pria yang akrab disapa Cepi ini, Gusti Mayur juga membeberkan hal yang sama dalam bukunya. “Pangeran Hidayatullah ditipu Belanda menggunakan stempel Ratu Siti.
Bukti penipuan itu, saat menghadap dan be sujud di kaki Ratu Siti, sebagai ibu beliau membuang muka yang menandakan tidak setuju Pangeran Hidayatullah kembali ke Martapura.
Setelah penipuan itu Pangeran
Hidayatullah dibuang ke Cianjur bersama keluarga,” urainya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















