Kematian Mayat Bayi Dalam Kardus Itu Akibat Benda Tumpul

- Penulis

Senin, 4 Februari 2019 - 22:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia -Kematian bayi dalam kardus yang ditemukan di Desa Sungkai RT 03 Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Sabtu (2/2) lalu itu, disebabkan adanya trauma benda tumpul pada organ vital sehingga menyebabkan perdarahan/resapan pada organ vital.

“Semua hasil kesimpulan tim Biddokes Polda Kalsel   pada pendampingan pemeriksaan, otopsi dan pengambilan sampel DNA,’’ kata Kabid Dokkes, Kombes Pol dr H Erwin ZH, MARS MH.Kes, Senin (4/2).

Itu katanya dilakukan tim Minggu (3/2) di Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.

Kesimpulan itu katanya, setelah diskusi dan  rekonsiliasi antara Tim Forensik RSUD Ulin, dr Mursad Abdi Sp.F dengan Tim Dokpol Biddokkes Polda Kalsel serta penyidik Polres Banjar.

Didaptkan hasil tanda tanda pembusukan, kematian 48 jam lebih, sebelum di otopsi.

Kemudian bayi itu diperkirakan berumur 10 bulan serta belum ada tanda-tanda perawatan bayi dan pula terdapat adanya pembusukan pada daerah dada dan perut.

Diketahui, awal bayi dalam kardus ini ditemukan Jarudin, yang mencium bau menyengat.

Baca Juga :   DIRESMIKAN, Masjid Syekh Muhamad Arsyad Al Banjari dalam Puncak HUT ke-76 Kalsel

Ketika itu Jarudin ingin memarkikan sepeda motornya di samping teras rumahnya.

Saat sedang memarkirkan sepeda motornya, saksi Jarudin mencium bau busuk yang menyengat.

Diceritakan, karena penasaran lalu Jarudin memeriksa sekitar rumahnya dan saat melakukan pemeriksaan tersebut melihat kotak kardus.

Dan saat dibuka kotak kardus tersebut ia kaget karena di dalam kardus tersebut ada sosok bayi, sudah meninggal dunia.

Selanjutnya Jarudin langsung melaporkan penemuanya ke pihak Polsek Simpang Empat.

Kini aparat kepolisian masih terus melacak orang tua yang tega membuang bayi berkelamin laki-laki itu. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif
KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku
1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin
RAKOR KARHUTLA, Polda Kalsel Kenalkan Inovasi Cairan Pemadam dan Kolam Portable untuk Lahan Gambut
PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar
KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare
PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel
DUGAAN SUAP Pajak PT Adaro di KPP Madya Banjarmasin

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 22:02

TERJUNKAN Cairan Khusus untuk Pemadaman Karhutla Kalsel Lebih Efektif

Sabtu, 5 September 2026 - 21:54

KAPOLDA KALSEL Bersama Wamenko Pangan, Rakor Penanganan Karhutla Lahirkan Inovasi Cairan MES Hingga Tindak Tegas Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 22:31

1.000 BOUGENVILLE Lindungi Ekologis Kota Banjarmasin

Jumat, 4 September 2026 - 21:56

PEDULI Krisis Air Bersih, Polsek Banjarmasin Timur Salurkan Bantuan untuk Warga Banua Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 20:16

WARGA Sambut Antusias Hujan di Sebagian Wilayah Pontianak

Jumat, 4 September 2026 - 20:06

KARHUTLA Kalsel Capai 12.339 Hektare

Jumat, 4 September 2026 - 19:55

BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang

Jumat, 4 September 2026 - 00:54

PERKUAT SINERGI Media Lewat Media Gathering, Begini Penekanan Direktur Operasional Bank Kalsel

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca