KEBAKARAN Hutan Hawaii: Korban Tewas Jadi 110 Orang

- Penulis

Kamis, 17 Agustus 2023 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sisa-sisa hangus dari lingkungan yang terbakar setelah kebakaran hutan, di Lahaina, Maui barat, Hawaii. Jumlah korban tewas imbas kebakaran hutan di Hawaii meningkat jadi 110 orang hingga Rabu (16/8/2023). (AFP Photo/Yuki Iwamura)

Sisa-sisa hangus dari lingkungan yang terbakar setelah kebakaran hutan, di Lahaina, Maui barat, Hawaii. Jumlah korban tewas imbas kebakaran hutan di Hawaii meningkat jadi 110 orang hingga Rabu (16/8/2023). (AFP Photo/Yuki Iwamura)

SuarIndonesia — Jumlah korban tewas imbas kebakaran hutan di Hawaii meningkat jadi 110 orang hingga Rabu (16/8/2023).

Gubernur Hawaii Josh Green mengatakan saat ini jaksa agung negara bagian telah ditugaskan untuk melakukan penyelidikan menyusul banyaknya kematian dan warga yang belum ditemukan.

Kebakaran hutan yang berkobar sejak pekan lalu ini menyulut kemarahan di antara masyarakat setempat. Banyak warga yang mempertanyakan sikap pemerintah dalam mengatasi masalah tahunan tersebut.

Pasalnya, meski api sudah sedemikian berkobar dan melalap banyak area, 80 sirene peringatan di Kota Maui tak ada yang berbunyi.

Padahal Hawaii adalah wilayah yang punya salah satu sistem peringatan sirene terbesar di dunia.

Administrator Badan Manajemen Darurat Maui Herman Andaya mengatakan pada Rabu (16/8/2023) sore bahwa dirinya tak menyesal memutuskan tidak menggunakan sirene lantaran api terlanjur liar dan tak akan memengaruhi jumlah korban tewas.

Menurut dia, sirene paling utama digunakan untuk memperingatkan potensi tsunami yang mendekati daerah itu. Dia juga menilai jika sirene dibunyikan, penduduk bakal banyak yang pergi ke lereng gunung, di mana situasi justru sangat buruk di sana.

“Bahkan jika kami membunyikan sirene, itu tidak akan menyelamatkan orang-orang di lereng gunung,” kata Andaya seperti dikutip CNN, Kamis (17/8/2023).

Andaya juga berterus terang bahwa tak ada sirene di pegunungan. Sebagian besar sirene ada di garis pantai, untuk tujuan peringatan tsunami tadi.

Dia melanjutkan protokol untuk kebakaran saat ini adalah mengirimkan pemberitahuan melalui pesan teks, pesan suara dan telepon, serta lewat televisi dan radio.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

“Ini adalah cara kami yang paling efektif untuk menyampaikan pesan darurat kepada publik selama kebakaran hutan,” ujarnya.

Namun demikian, pada faktanya kobaran api dengan cepat mengacaukan jaringan komunikasi. Tak jelas apakah pesan peringatan tersebut sampai ke warga sebelum api meluas.

Saat ditanya mengenai sirene ini, Green mengatakan kepada CNN bahwa “sirene ini telah menua selama beberapa dekade.”

“Beberapa sudah dilakukan pemeliharaan. Kami sedang menunggu untuk mendapatkan sirene baru. Namun beberapa rusak dan kami sedang melakukan penilaian penuh,” ucap Green.

Sejak pekan lalu, kebakaran hutan melanda Kota Maui, Hawaii, hingga merusak ribuan bangunan. Setidaknya 1.000 orang belum kunjung ditemukan hingga kini.

Kebakaran ini bermula dari semak yang terbakar di distrik Kula, Kota Maui, pada 8 Agustus malam. Kebakaran itu akibat kekeringan lahan parah hingga menimbulkan kobaran api yang menjalar cepat.

Api kemudian merembet ke area lain hingga Kota Lahaina. Kebakaran ini juga diperparah dengan kemunculan Topan Dora.

Imbas kebakaran ini, pusat-pusat pelayanan medis di Maui “sangat penuh” karena banyaknya korban luka bakar. Air di lokasi kebakaran juga menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca