SuarIndonesia – Inilah sosok Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, ia balik tugas ke Polda Kalsel setelah 30 tahun.
Dari penelusuran dari laman PTIK, Brigjen Andi Rian Djajadi memiliki nama lengkap Andi Rian Riacudu Djajadi.
Dia adalah ketua tim penyidik kasus pembunuhan Brigadir Joshua atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang diotaki Ferdy Sambo, yang kala itu menjadi Kadiv Propam Polri.
Sebelum melanjutkan masa-masa dewasa dan kariernya di kepolisian, ada baiknya menengok sebentar ke masa lalu Andi Rian Djajadi.
Perwira tinggi yang sempat disorot penampilannya mengenakan pakaian berharga mahal itu merupakan pria kelahiran Ujung Pandang (kini Makassar) pada 25 Agustus 1968.
Andi Rian Djajadi lahir dari keluarga bersuku Bugis dan beragama Islam. Masa sekolah dasar hingga menengah dihabiskan di tanah kelahirannya, yakni di Makassar.
Dia alumni dari sekolah-sekolah favourite di Makassar. Yakni SD di Makassar, SMPN 1 Makassar, dan SMAN 1 Makassar. Sekadar diketahui, Ferdy Sambo juga alumni SMAN 1 Makassar.

Karier kepolisian Andi Rian Djajadi diawali dengan dia menempuh Akademi Kepolisian atau Akpol dan lulus 1991.
Saat ini, lulusan Akpol 1991 memegang jabatan tertinggi di kepolisian. Yakni Jenderal
Setelah tamat Akpol pada 1991, Andi Rian memulai bertugas sebagai Pamapta di Polres Kotabaru Polda Kalimantan Selatan Tengah/ Kalselteng (sekarang bernama Polda Kalsel) sejak 1992.
Dengan dia sebagai Kapolda Kalsel saat ini,maka Andi Rian Djajadi seakan dibuang ke mana pun kembali lagi ke asalnya.
Pada 1993, Andi Rian Djajadi sudah menjadi Kapolsek Batulicin di Kotabaru masih di wilayah hukum Polda Kalselteng (Kalsel).
Dia banyak bertugas di Kesatuan seserse. Diantaranya pernah jadi Wadirreskrimum Polda Sumatera Utara. Juga pernah memegang tongkat komando sebagai Kapolres Tebingtinggi.
Bahkan pada 2019, Andi Rian menjabat Wadirtipidum Bareskrim Polri, sebagai bawahan Ferdy Sambo yang menjadi Dirtipidum Bareksrim Polri.
Saat itu Andi Rian masih Kombes, sedangkan Ferdy Sambo sudah jadi Brigjen. Andi Rian Djajadi sempat menjadi Dirreskrimum Polda Sumatera Selatan, sebelum akhirnya pada Juli 2020 mendapat promosi sebagai Karokorwas PPNS Bareskrim Polri sekaligus meraih jenderal bintang satu atau Brigjen.
Dia menjadi Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri pada 16 November 2020, setelah Ferdy Sambo jadi Kadiv Propam Polri dan naik jadi Irjen atau jenderal bintang dua.
Saat kasus pembunuhan Brigadir Joshua di rumah dinas Ferdy Sambo, Andi Rian Djajadi menjadi ujung tombak Kapolri dalam penyidikan.
Dia mengambil semua perkara terkait Ferdy Sambo yang masuk di Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri.
Hasilnya, dia mebongkar skenario busuk Ferdy Sambo, kemudian jadi tersangka hingga kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.
Jauh sebelum itu, banyak prestasi Andi Rian. Ketika bertugas di Polda Sumetera Selatan sebagai Dirreskrimum, dia pernah mengungkap pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin pada 2020.
Saat usai pembunuhan terjadi, istri sang hakim Jamaluddin sempat membuat skenario menangis.
Namun, skenario itu terbongkar sebab 40 hari kemudian terungkap bahwa sang istri adalah otak pembunuhan hakim Jamaluddin. Sang istri juga diketahui berselingkuh dengan sang sopir.
Dia juga pernah memimpin rekonestruksi kasus pembantian anggota FPI di KM50 Tol Jakarta-Cikampek.
Terlepas dari itu, penampilannya dalam beberapa kali konferensi pers terkait kasus Ferdy Sambo menjadi sorotan. Sebab, baju hingga jam tangan yang dia kenakan termasuk barang mewah.
Bajunya disebut berharga jutaan hingga puluhan juta. Jam tangan dan cincinnya konon berharga miliaran rupiah.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada kapolda di seluruh Indonesia untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri yang sempat mencapai kepuasan paling tinggi, beberapa waktu lalu. Mereka yang tidak mampu, siap-siap dilengserkan.
Wanti-wanti disampaikan kapolri ketika memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Perwira Tinggi (Pati) Polri di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, pada Selasa (18/10/2022).
“Saya titipkan kepada rekan-rekan semua, kembalikan kepercayaan publik, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” kata kapolri.
Sementara Kapolda yang akan diganti, Irjen Pol Drs. Rikwanto, saat memimpin pelaksanaan kegiatan apel pagi dan jam pimpinan, Senin (17/10/2022) memberikan aarahan sesuai oesan Presiden RI kepada para Pimpinan Polri pada saat di Istana Kepresidenan.
Dan juga menyampaikan mohon diri untuk melaksanakan tugas di Itwasum Polri.
Selanjutnya penekanan-penekanan setelah beberapa kejadian, Presiden meminta agar Polri harus solid dan ingat kembali bahwa tugas pokok.
“Kita adalah sebagai Harkamtibmas, Pelindung, Pelayan dan Pengayom serta sebagai Penegak Hukum bagi masyarakat.
“Saya minta agar rekan-rekan agar mengingat kembali jati diri kita sebagai pelayan masyarakat, perbaiki dan introfeksi diri, laksanakan tugas dengan baik dan Citra Polri akan terangkat dengan sendirinya,” tuturnya.
Kapolda pun mengingatkan kepada seluruh peserta apel pagi bahwa layani masyarakat dengan setulus hati dan jangan sakiti hati masyarakat. apabila tidak bisa berprestasi minimal jangan membuat kasus. “Jadilah polisi yang berhati mulia.
Diketahui ada sembilan kapolda baru yang dilantik Kapolri Jenderal Listyo Sigit yakni Irjen Midi Siswoko, dilantik menjadi Kapolda Maluku Utara (Malut). Irjen Suwondo Nainggolan, dilantik menjadi Kapolda DIY.
Irjen Toni Harmanto, dilantik menjadi Kapolda Jawa Timur (Jatim). Irjen Albertus Rachmad Wibowo, dilantik menjadi Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel).
Irjen Rusdi Hartono, dilantik menjadi Kapolda Jambi. Brigjen Andi Rian R Djajadi, dilantik menjadi Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel). Irjen Setyo Budiyanto, dilantik menjadi Kapolda Sulut.
Irjen Johanis Asadoma, dilantik menjadi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT). Irjen Suharyono, dilantik menjadi Kapolda Sumatra Barat (Sumbar). (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















